Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Wae Necak Ambruk

Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Wae Necak Ambruk

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 18 Jun 2025
  • visibility 411
  • comment 0 komentar

Manggarai Timur – Proyek pembangunan jaringan irigasi Wae Necak, di Desa Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi.

Proyek irigasi tersebut merupakan tanggungjawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manggarai Timur yang menggunakan sumber Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tahun anggaran 2024, dengan nilai kontrak Rp 1.732.729.900 dan waktu pelaksanaan 150 (seratus lima puluh) hari kalender.

Proyek irigasi tersebut dikerjakan CV.Tulus Karya), yang diduga dalam melaksanakan pembangunan pekerjaan tersebut tidak menghiraukan mutu dan kwalitas bangunan.

Pantauan Media ini di lapangan, terlihat hasil pekerjaan pembangunan jaringan irigasi tidak memperdulikan mutu dan kualitas serta ketahanan bangunan,pasalnya material yang mereka gunakan tidak sesuai prosedur atau proses tender.

Padahal, menurut rekomendasi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), material pasir yang digunakan harus berasal dari sumber resmi yang telah memiliki izin serta telah melewati uji laboratorium sebelum digunakan

Salah seorang warga yang enggan di Mediakan namanya saat di temui di lokasi kerja mengatakan kalau material pekerjaan irigasi Wae Necak I di ambil dari sekitar lokasi kerja.

“Om,terkait materialnya kemarin mereka ambil dari lokasi sekitar sini,baik batu maupun pasir”ungkapnya.

“Pasirnya mereka ambil di Lokasi pasir Bea Lalang,sedangkan batu mereka ambil dari lokasi sekitar irigasi”,Jelasnya lagi.

Ia juga menjelaskan,pada saat proses pengerjaan,tenaga kerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD).

“Kami tidak lihat perlengkapan seperti rompi,bingkap,helem,maupun kaus tangan,dan memang tidak ada saat proses pengerjaan”,katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan,terkait dengan proses pencampuran material tidak menggunakan molen dan di campur secara manual.

“Mereka tidak pake molen pak,mereka campur manual menggunakan tenaga manusia”,Katanya lagi.

Media ini juga mempertanyakan terkait dengan tenaga ahli Perusahan,sebab yang mengawas pekerjaan ini adalah warga Desa Necak.

Terpisah saat media ini menghubungi PLT Dinas Pekerjaan Umum,Endik Mbembok melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),Gon Jehatu via Whatsaap untuk menanyakan terkait pekerjaan tersebut tidak di respon.

Sementara kontraktor pelaksana saat di hubungi media ini via WhatsApp Rabu,(18/06/2025) untuk menyakan terkait pekerjaan irigasi tersebut juga tdk di respon.

Untuk di ketahui,Kejaksaan Negeri Manggarai sudah mendatangi lokasi pekerjaan irigasi Wae Necak beberapa bulan lalu,media ini juga belum mengetahui motif dan tujuan kehadiran kejaksaan di irigasi Wae Necak tersebut.

*Dion Damba

Penulis

Dari Flores Untuk Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Getan Cooffe Hadir Dengan Nuansa Memanjakan Mata Bagi Para Pengunjung.

    Getan Cooffe Hadir Dengan Nuansa Memanjakan Mata Bagi Para Pengunjung.

    • calendar_month Ming, 3 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Manggarai Timur, Kompasflores.com-Getan Cave hadir dengan nuansa memanjakan mata bagi para pengunjung.Getan Cooffe Berlokasi di Desa Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur,Nusa Tenggara Timur, Coofee ini semakin populer di kalangan wisatawan yang melintasi daerah tersebut. Dari tampak luar, Getan Cooffe memiliki rak yang berjejer rapi berisi berbagai jenis minuman dan makanan yang […]

  • Pulau Flores

    Mengapa Manusia Harus Menolak Proyek Gheotermal Di Pulau Flores

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 316
    • 0Komentar

    KOMPAS Flores.COM – Beberapa tahun terakhir ini, selain didaruratkan oleh masalah kemiskinan, stunting, perdagangan manusia, bunuh diri, kekerasan seksual, korupsi, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, masyarakat di Flores, NTT juga harus menghadapi bencana alam seperti letusan gunung berapi di sejumlah titik, longsor, banjir, abrasi, gagal panen dan kekeringan. Belum selesai masalah pengalihfungsian hutan lindung […]

  • Serangan terhadap Profesi Jurnalis, AJO Matim dan KompasFlores Siap Tempuh Jalur Hukum atas Pernyataan Tony Cundawan di Facebook

    Serangan terhadap Profesi Jurnalis, AJO Matim dan KompasFlores Siap Tempuh Jalur Hukum atas Pernyataan Tony Cundawan di Facebook

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle Tim Media kompasflores.com
    • visibility 1.040
    • 0Komentar

    Manggarai Timur, kompasflores.com — Profesi jurnalistik kembali menjadi sasaran ujaran merendahkan di ruang publik media sosial. Sebuah unggahan akun Facebook bernama Tony Cundawan dinilai telah menyudutkan, melecehkan, dan mengerdilkan martabat wartawan serta lembaga pers. Dalam unggahan yang diposting di grup Facebook Matim Bebas Berpendapat, Tony Cundawan melontarkan tudingan bahwa media digunakan sebagai alat pemerasan. Ia […]

  • Ketua LP-KPK Akan Melaporkan Kades Rana Mbata Ke Polda NTT.

    Ketua LP-KPK Akan Melaporkan Kades Rana Mbata Ke Polda NTT.

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Borong,Kompasflores.com-Kepala Desa Rana Mbata di duga membayar APH untuk menghentikan pemeriksaan terhadap kasus pengelolaan Dana Desa (DD) di Desa Rana Mbata,Kecamatan Kota Komba Utara,Kabupaten Manggarai Timur,NTT. Pasalanya,beberapa minggu lalu kepala Desa Rana Mbata di panggil oleh Polres Matim untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengaduan warga Desa Rana Mbata terkait penyimpangan pengelolaan Dana Desa. Ketua LSM Pengawasan […]

  • Gubernur NTT Sambut Hangat Kajati Baru, Tekankan Sinergi Penegakan Hukum dan Pembangunan

    Gubernur NTT Sambut Hangat Kajati Baru, Tekankan Sinergi Penegakan Hukum dan Pembangunan

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 466
    • 0Komentar

    KUPANG, KOMPASFLORES.COM — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyambut dengan hangat kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT yang baru, Roch Adi Wibowo, di ruang VIP Pemda Bandara El Tari, Kupang, Senin (27/10/2025) siang. Momen tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus simbol penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi NTT dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan […]

  • Kepala sekolah SMAN 2 Kota Komba Diduga Korupsi Dana Bos.

    Kepala sekolah SMAN 2 Kota Komba Diduga Korupsi Dana Bos.

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Borong,Kompasflores.com-Kepala sekolah SMAN 2 Kota Komba,Kecamatan Kota Komba,Kabupaten Manggarai Timur,NTT diduga tidak transparan dalam penggunaan dana Bos,sehingga di sinyalir oknum kepala sekolah dalam menggunakan uang negara itu tertutup. Penyimpangan dana bos di sekolah nampaknya sudah bukan rahasia umum lagi, lantaran minimnya pemahaman pejabat atas keterbukaan informasi publik. Dalam pantauan wartawan,selain tidak membuat papan informasi tentang […]

expand_less