Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Kepala Desa Bangka Kuleng DiLaporkan Ke APH Terkait Penyimpangan Penggunaaan Dana Desa.

Kepala Desa Bangka Kuleng DiLaporkan Ke APH Terkait Penyimpangan Penggunaaan Dana Desa.

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
  • visibility 259
  • comment 0 komentar

Borong,Kompasflores.com- warga Desa Bangka Kuleng,Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim),NTT menyuarakan kekecewaan terhadap kinerja Kepala Desa,Marsel Mohon,Jumat,(08/08/2025)

Pasalnya,Mereka menilai banyak Polemiik terkait pengerjaan lapisan penetrasi (Lapen) di Dusun Laci, Desa Bangka Kuleng,kecamatan Lamba Leda selatan terus bergulir. Setelah warga mempersoalkan ketidaksesuaian mutu dan kualitas pengerjaan.

Pantauan media ini di lapangan,Lapen yang dibiayai dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp 222.969 000,00,dengan volume kerja 340 meter itu dikerjakan oleh pihak ketiga,padahal dalam papan informasinya dikerjakan secara swakelola.

Informasi ini disampaikan oleh salah seorang sumber terpercaya media ini yang tak lain adalah warga Desa Bangka Kuleng yang enggan disebutkan namanya, kepada wartawan kompasflores.com di lokasi pada hari Jum’at (8/8/2025).

“Saya menduga kalau proyek lapen ini diduga dikerjakan asal jadi.Hal tersebut dikarenakan adanya volume kualitas pengerjaan yang sebagiannya tidak terlalu tebal,jalan gelombang dan materialnya di duga ilegal yang nantinya akan membuat kualitas pekerjaan jalan lapen menjadi tidak kuat”.ungkapnya saat di wawancarai kompasflores.com di lokasi.

Warga menduga pengerjaan proyek lapen ini  secara asal-asalan dan tidak mengikuti petunjuk teknis (juknis).

Mereka juga mencium adanya indikasi pengurangan volume material dan pelaksanaan pekerjaan yang tidak memenuhi kualitas sebagaimana mestinya.

“Ini jalan baru yang seharusnya di kerjakan dengan kualitas yang bagus  tapi yang di kerjakan di duga tidak mengikuti juknis dan  kami sangat kecewa”,ungkapnya dengan nada kecewa.

Untuk itu,ia mendesak aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini Polres Manggarai Timur dan Kejaksaan Negeri Manggarai untuk memeriksa kualitas proyek ini.

“Saya mendesak agar Polres Matim dan Kejari Manggarai untuk segera memeriksa pekerjaan Lapen di Desa Bangka Kuleng”,Tegasnya lagi.

Untuk diketahui,media ini telah berupaya menghubungi pihak Kepala Desa Bangka Kuleng untuk meminta klarifikasi, namun hingga berita ini diterbitkan belum mendapat tanggapan.

Laporan :  Nal Jehaut

Penulis

Dari Flores Untuk Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Rp16 Miliar di Manggarai Timur Amblas, Anggota DPRD Sebut Gagal Perencanaan

    Jalan Rp16 Miliar di Manggarai Timur Amblas, Anggota DPRD Sebut Gagal Perencanaan

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 463
    • 0Komentar

    BORONG, KOMPASFLORES.COM – Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ferdinandus Rikardo menanggapi terkait proyek pembangunan jalan senilai Rp 16 Miliar yang amblas usai dibangun tahun lalu. “Kalau kita merujuk pada perencanaan, maka pembangunan jalan ini masuk katagori gagal perencanaan atau gagal kontruksi,” kata Rikardo kepada Wartawan, Kamis (23/10/2025). Rikardo menambahkan, […]

  • Kejari Mabar Di Minta Untuk Mengusut Tuntas Dugaan Korupsi Anggota DPRD Mabar.

    Kejari Mabar Di Minta Untuk Mengusut Tuntas Dugaan Korupsi Anggota DPRD Mabar.

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Labuan Bajo,Kompasflores.Com-Kejaksaan Negeri Manggarai Barat diminta mengusut tuntas penyalahgunaan anggaran Negara yang menyeret sejumlah nama anggota DPRD periode tahun 2019-2024 di Kabupaten Manggarai Barat,NTT yang merugikan negara Rp.256 juta. BPK menemukan sejumlah perjalanan dinas dan mark up harga hotel hingga biaya rumah tangga anggota DPRD Mabar yang di duga fiktif. Salah seorang warga Labuan Bajo […]

  • Pulau Flores

    Mengapa Manusia Harus Menolak Proyek Gheotermal Di Pulau Flores

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 316
    • 0Komentar

    KOMPAS Flores.COM – Beberapa tahun terakhir ini, selain didaruratkan oleh masalah kemiskinan, stunting, perdagangan manusia, bunuh diri, kekerasan seksual, korupsi, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, masyarakat di Flores, NTT juga harus menghadapi bencana alam seperti letusan gunung berapi di sejumlah titik, longsor, banjir, abrasi, gagal panen dan kekeringan. Belum selesai masalah pengalihfungsian hutan lindung […]

  • PPK Pastikan Kerusakan Beberapa Item Pengerjan Jalan Peti Kemas–Wae Kelambu Masih dalam Masa Pemeliharaan

    PPK Pastikan Kerusakan Beberapa Item Pengerjan Jalan Peti Kemas–Wae Kelambu Masih dalam Masa Pemeliharaan

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 498
    • 0Komentar

    LABUAN BAJO, KOMPASFLORES.COM – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari HRS Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) 3.1 PJN Wilayah III Provinsi NTT, Diana A. Takaeb, memastikan bahwa kerusakan pada ruas Jalan Peti Kemas–Wae Kelambu masih dalam masa pemeliharaan. Karena itu, seluruh perbaikan menjadi tanggung jawab pihak kontraktor pelaksana, yaitu PT Brantas Abipraya–WIN KSO. Menurut […]

  • Pulau Flores

    Krisis Perhatian: Sebab Pokok Krisis Pembebasan

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 192
    • 0Komentar

      Melki Deni, S. Fil Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (Sekarang, Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif) Ledalero, NTT, dan sedang belajar teologi di Universidad Pontificia Comillas, Madrid, Spanyol.   Saat ini krisis perhatian kemanusiaan sebagian besar terkait dengan penggunaan ponsel pintar yang berlebihan dan kecanduan online di ruang digital. Di ruang ini, mata dengan cepat […]

  • Pustu Desa Ruis Rusak Parah, Warga Terpaksa Dirujuk ke Reo: Pemerintah Dinilai Tutup Mata

    Pustu Desa Ruis Rusak Parah, Warga Terpaksa Dirujuk ke Reo: Pemerintah Dinilai Tutup Mata

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 424
    • 0Komentar

    MANGGARAI, KOMPASFLORES.COM — Kondisi Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Ruis, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, kini memprihatinkan. Bangunan yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat itu dilaporkan sudah rusak parah dan tidak lagi layak digunakan. Pantauan di lokasi menunjukkan atap bangunan berlubang dan nyaris roboh, plafon rusak, serta sejumlah bagian bangunan terlihat rapuh. Situasi ini […]

expand_less