Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Kontraktor Pelaksana Pekerjaan Jalan Lapen Di Desa Bangka Kuleng Diduga Ancam Wartawan.

Kontraktor Pelaksana Pekerjaan Jalan Lapen Di Desa Bangka Kuleng Diduga Ancam Wartawan.

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
  • visibility 151
  • comment 0 komentar

Borong,Kompasflores.com-Kontraktor pelaksana pekerjaan proyek peningkatan jalan lapisan penetrasi (Lapen) di Desa Bangka Kuleng,Kecamatan Lamba Leda Selatan,Kabupaten Manggarai Timur,NTT, berinisial (OT) diduga ancam wartawan online Kompasflores.com saat mengkonfirmasi terkait dugaan penyimpangan pekerjaan jalan Lapen tersebut.

“Kau posisi di mana sekarang,besok saya cari kau di Borong,kau juga tinggal di mana?,apa maksudnya kau telepon saya tanya terkait pekerjaan Lapen tersebut,kau tidak tau saya ka?,tunggu kau”, Ucap (OT) kepada wartawan Kompasflores.com saat di hubungi via WhatsApp,Jumat,(22/08/2025).

 Sebelumnya media ini memberitakan dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa mengguncang Desa Bangka Kuleng, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim),NTT.

Kepolisian Resor Manggarai Timur, melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim, resmi membuka penyelidikan atas kasus ini setelah menerima laporan dari masyarakat Desa Bangka Kuleng.

Penyelidikan tersebut dimulai berdasarkan surat pengaduan warga Desa Bangka Kuleng beberapa bulan lalu, yang menyoroti dugaan penyalahgunaan Dana Desa oleh Kepala Desa Bangka Kuleng selama beberapa tahun, yakni dari tahun anggaran 2022 hingga 2025.

Merespons laporan itu, Satreskrim Polres Manggatarai Timur mengeluarkan Surat Perintah Penyelidikan. Selanjutnya, pemanggilan terhadap Kepala Desa dilakukan melalui surat klarifikasi,Kamis (21/08/2025).

Pantauan langsung awak media,Kamis, (21/08/2025), Kepala Desa Bangka Kuleng dan bendaharanya terlihat hadir memenuhi panggilan klarifikasi di ruang Unit Tipidkor Polres Matim.

Pemeriksaan ini merupakan klarifikasi yang dilakukan penyidik untuk mengumpulkan keterangan dan bukti pendukung.

Daftar Dugaan Penyimpangan Dana Desa

Dalam laporan Masyarakat Desa Bangka Kuleng, terinci sejumlah dugaan penyimpangan serius yang berpotensi besar merugikan negara dan menyalahi prinsip pengelolaan dana desa:

Penyelewengan bantuan rumah tidak layak huni tahun 2022-2023,di mana anggaran tersebut dikelola secara pribadi oleh Kepala Desa tanpa transparansi keuangan,bahkan material yang di beri ke penerima manfaat tidak sesuai RAB.

Dana sebesar 222.969.000.00 untuk pembangunan jalan Lapen tahun 2025 tidak terealisasi sesuai rencana,bahkan hasilnya tidak memberikan kepuasan terhadap masayarakat.

Pekerjaan tembok penahan tanah (TPT) di Dusun Laci,diamana dalam papan informasi di kerjakan secara swakloala,tetapi dalam realisasinya dikerjakan secara borongan.

Masyarakat Desak Penegakan Hukum Transparan.

Masayakat Desa Bungka Kuleng, menyatakan bahwa laporan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan moral atas lemahnya akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa di tingkat akar rumput.

“Kami tidak akan tinggal diam. Dana desa adalah hak rakyat, bukan alat untuk memperkaya oknum. Ini bukan hanya tentang hukum, tapi tentang keadilan bagi masyarakat kecil,” tegas ND,salah satu tokoh masyarakat Desa Bangka Kuleng.

Ia juga menyatakan akan terus mengawal penyelidikan hingga tuntas dan mendesak aparat penegak hukum bertindak profesional tanpa tebang pilih.

Landasan Hukum dan Tahapan Proses

Penyelidikan ini mengacu pada beberapa regulasi hukum, termasuk:

  1. UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP),
  2. UU No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia,
  3. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil klarifikasi atau temuan sementara yang diperoleh dari pemeriksaan para pihak terkait***.


Tim Tedaksi

Penulis

Dari Flores Untuk Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manggarai Timur NTT

    Tambang Tanpa Izin di Watu Mori: Dugaan Kejahatan Lingkungan di Balik Proyek Jalan Pemerintah

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Manggarai Timur, NTT – Bekas pengoperasian Alat berat mengeruk bebatuan dari Sungai Wae Laku. Itu terjadi di akhir tahun 2024. Tersembunyi praktik tambang yang diduga ilegal, berlangsung nyaris tanpa pengawasan selama bertahun-tahun. PT Menara Armada Pratama (MAP), sebuah perusahaan kontraktor besar yang mengoperasikan aktivitas galian C di Desa Watu Mori, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, […]

  • Publik Desak Kejari Periksa PPK Terkait PHO Irigasi Wae Necak

    Publik Desak Kejari Periksa PPK Terkait PHO Irigasi Wae Necak

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 524
    • 0Komentar

    MANGGARAI TIMUR,KOMPASFLORES.COM – Sejumlah pihak mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai untuk memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek jaringan irigasi Wae Necak di Desa Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Desakan tersebut muncul setelah diketahui bahwa PPK telah melakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pertama pekerjaan pada akhir Desember 2024, sementara proyek […]

  • Proses Tender Dan Perubahan Sumber Anggaran Jalan Raong-Woko Ledu –Wirung Sudah Sesuai Prosedur Yang Di Tetapkan.

    Proses Tender Dan Perubahan Sumber Anggaran Jalan Raong-Woko Ledu –Wirung Sudah Sesuai Prosedur Yang Di Tetapkan.

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Borong,Kompasflores.Com-Tudingan yang mengarah adanya permainan yang menyalahi aturan terkait proyek pengerjaan  jalan Raong-Woko Ledu-Wirung,Kecamatan Elar Selatan,Kabupaten Manggarai Timur,NTT pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ditanggapi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),Ardizh Djawa. Disinyalir,dugaan adanya konspirasi antara Kelompok Kerja (Pokja), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur, dengan […]

  • Tersangka Korupsi Proyek CSSD RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, Direktur PT Belindo Ditangkap di Batam Berkat Operasi Intel Lintas Daerah

    Tersangka Korupsi Proyek CSSD RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, Direktur PT Belindo Ditangkap di Batam Berkat Operasi Intel Lintas Daerah

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 157
    • 0Komentar

    MANGGARAI, KOMPASFLORES.COM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai berhasil mengamankan Sopron Tangkas, Direktur PT Belindo Timor Sejahtera, setelah sebelumnya tiga kali mangkir dari panggilan penyidik terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Gedung Central Sterile Supply Department (CSSD) dan Laundry RSUD dr. Ben Mboi Ruteng Tahun Anggaran 2020 Sopron Tangkas ditangkap pada Selasa (2/12/2025) sekitar pukul 18.30 […]

  • Pulau Flores

    Krisis Perhatian: Sebab Pokok Krisis Pembebasan

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

      Melki Deni, S. Fil Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (Sekarang, Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif) Ledalero, NTT, dan sedang belajar teologi di Universidad Pontificia Comillas, Madrid, Spanyol.   Saat ini krisis perhatian kemanusiaan sebagian besar terkait dengan penggunaan ponsel pintar yang berlebihan dan kecanduan online di ruang digital. Di ruang ini, mata dengan cepat […]

  • AKM Menduga Skandal Proyek Pulau Padar Sarat Dengan Konflik Kepentingan

    AKM Menduga Skandal Proyek Pulau Padar Sarat Dengan Konflik Kepentingan

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 246
    • 0Komentar

    LABUAN BAJO, KOMPASFLORES – Polemik pembangunan komersial berskala raksasa di Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, kian menuai gelombang penolakan. Aliansi Komodo Memanggil (AKM) menuding proyek yang digarap PT.KWE merupakan bentuk nyata praktik monopoli bisnis, ketidakadilan agraria, dan kebijakan yang berpihak pada segelintir elit ekonomi. Rencana pembangunan itu bukan proyek kecil. Dokumen yang beredar menunjukkan […]

expand_less