Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » AKM Menduga Skandal Proyek Pulau Padar Sarat Dengan Konflik Kepentingan

AKM Menduga Skandal Proyek Pulau Padar Sarat Dengan Konflik Kepentingan

  • account_circle Dion Damba
  • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
  • visibility 339
  • comment 0 komentar

LABUAN BAJO, KOMPASFLORES – Polemik pembangunan komersial berskala raksasa di Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, kian menuai gelombang penolakan. Aliansi Komodo Memanggil (AKM) menuding proyek yang digarap PT.KWE merupakan bentuk nyata praktik monopoli bisnis, ketidakadilan agraria, dan kebijakan yang berpihak pada segelintir elit ekonomi.

Rencana pembangunan itu bukan proyek kecil. Dokumen yang beredar menunjukkan adanya 619 bangunan komersial yang akan didirikan: 448 villa, 13 restoran, 7 lounge, 7 pusat kebugaran, 7 spa, 67 kolam renang, 1 bar seluas 1.200 meter persegi, hingga 1 Hilltop Chateau dan wedding chapel.

Bagi AKM, pembangunan masif ini bukan hanya mengancam keaslian alam Padar yang selama ini menjadi ikon wisata dunia, tetapi juga menjerumuskan satwa purba Komodo—yang telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia—ke ambang kepunahan.

“Proyek ini adalah tamparan keras bagi komitmen konservasi Indonesia. Pemerintah memberi izin kepada korporasi untuk menggerus tanah warisan dunia, sementara masyarakat lokal justru dipinggirkan dari tanah leluhurnya sendiri,” tegas pernyataan resmi AKM.

Konflik Kepentingan dan Ancaman Sosial

AKM menduga proyek tersebut sarat dengan konflik kepentingan. Mereka menilai KLHK terlibat dalam kebijakan yang membuka jalan bagi investasi bisnis rakus, meski status Pulau Padar adalah kawasan konservasi yang seharusnya steril dari aktivitas komersial berskala besar.

Selain ancaman ekologis, dampak sosial juga mengintai. Warga lokal di sekitar Labuan Bajo dan Pulau Padar terancam kehilangan akses terhadap ruang hidup dan sumber penghidupan. “Ini bukan sekadar pembangunan, tapi pengusiran perlahan-lahan,” kata salah satu aktivis AKM.

Seruan Aksi Nasional

Sebagai bentuk perlawanan, AKM akan menggelar aksi nasional pada Selasa, 16 September 2025. Massa aksi akan berkumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat pukul 10.00 WIB, kemudian bergerak ke Istana Negara dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Tuntutan utama mereka jelas:

1. Cabut izin seluruh perusahaan perusak habitat Komodo.

2. Hentikan proyek pembangunan di Pulau Padar dan Taman Nasional Komodo.

3. Tegakkan perlindungan nyata bagi Komodo sebagai warisan dunia.

4. Libatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan konservasi.

“Jangan biarkan keserakahan merampas warisan dunia. Ini bukan hanya soal Komodo, tetapi juga masa depan masyarakat NTT dan martabat bangsa di mata dunia,” tutup pernyataan AKM.

  • Penulis: Dion Damba
  • Editor: Tim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serangan terhadap Profesi Jurnalis, AJO Matim dan KompasFlores Siap Tempuh Jalur Hukum atas Pernyataan Tony Cundawan di Facebook

    Serangan terhadap Profesi Jurnalis, AJO Matim dan KompasFlores Siap Tempuh Jalur Hukum atas Pernyataan Tony Cundawan di Facebook

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle Tim Media kompasflores.com
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    Manggarai Timur, kompasflores.com — Profesi jurnalistik kembali menjadi sasaran ujaran merendahkan di ruang publik media sosial. Sebuah unggahan akun Facebook bernama Tony Cundawan dinilai telah menyudutkan, melecehkan, dan mengerdilkan martabat wartawan serta lembaga pers. Dalam unggahan yang diposting di grup Facebook Matim Bebas Berpendapat, Tony Cundawan melontarkan tudingan bahwa media digunakan sebagai alat pemerasan. Ia […]

  • Polres Matim Panggil Kades Bangka Kuleng Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa.

    Polres Matim Panggil Kades Bangka Kuleng Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa.

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Borong,Kompasflores.com-Dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa mengguncang Desa Bangka Kuleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim),NTT. Kepolisian Resor Manggarai Timur, melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim, resmi membuka penyelidikan atas kasus ini setelah menerima laporan dari masyarakat Desa Bangka Kuleng. Penyelidikan tersebut dimulai berdasarkan surat pengaduan warga Desa Bangka Kuleng beberapa bulan […]

  • Diduga Mabuk, Oknum TNI Datangi Rumah Kades Rado dengan Sikap Tak Sopan

    Diduga Mabuk, Oknum TNI Datangi Rumah Kades Rado dengan Sikap Tak Sopan

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 690
    • 0Komentar

    Manggarai,Kompasflores.com– Seorang oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam program TMMD di Desa Rado, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, NTT, diduga mengamuk dan bersikap tidak sopan di depan rumah Kepala Desa (Kades) Rado, Bernardus Ncuang. Oknum TNI tersebut berinisial S, yang merupakan salah satu personel yang bekerja dalam lanjutan proyek TMMD di desa tersebut, […]

  • STIE Karya

    Festival di STIE Karya Ruteng Terbuka untuk Umum Hingga Tanggal 25 Oktober

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Tim
    • visibility 615
    • 0Komentar

    RUTENG, KOMPASFLORES – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Karya kembali menggelar Festival Kewirausahaan II Tahun 2025 yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 23–25 Oktober 2025, bertempat di halaman Kampus STIE Karya di Ruteng, Kabupaten Manggarai. Festival ini mengusung semangat dari visi STIE Karya “Menjadi STIE Karya yang unggul dan berkarakter dalam mewujudkan […]

  • Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Wae Necak Ambruk

    Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Proyek Pembangunan Jaringan Irigasi Wae Necak Ambruk

    • calendar_month Rab, 18 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Manggarai Timur – Proyek pembangunan jaringan irigasi Wae Necak, di Desa Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi. Proyek irigasi tersebut merupakan tanggungjawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manggarai Timur yang menggunakan sumber Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tahun anggaran 2024, dengan nilai kontrak […]

  • kepala Desa Golo Loni Mendapat Apresiasi Dari Masayarakat Terkait Suksenya Program Pembangunan Desa.

    kepala Desa Golo Loni Mendapat Apresiasi Dari Masayarakat Terkait Suksenya Program Pembangunan Desa.

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Manggarai Timur,Kompasflores.com-Kepala Desa Golo Loni,Yohanes B.Okalun mendapat apresiasi dari masyarakat terkait suksesnya pembangunan air minum dan jalan rabat yang di anggarkan pada tahun 2025 ini. Salah seorang warga berinisial SG (34),menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Kepala Desa Golo Loni yang sudah membangun jalan rabat dan air minum di desa. “Saya mengucapkan apresiasi dan terimakasih […]

expand_less