Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Kejari Manggarai Telusuri Dugaan Proyek Irigasi “Asal Jadi” di Wae Necak: Pekerjaan Tidak Sesuai Prosedur dan Minim Pengawasan

Kejari Manggarai Telusuri Dugaan Proyek Irigasi “Asal Jadi” di Wae Necak: Pekerjaan Tidak Sesuai Prosedur dan Minim Pengawasan

  • account_circle Dion Damba
  • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
  • visibility 679
  • comment 0 komentar

MANGGARAI TIMUR, KOMPASFLORES.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai bakal memanggil sejumlah pihak terkait proyek pembangunan jaringan irigasi Wae Necak di Desa Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Langkah ini diambil setelah muncul pemberitaan media online kompasflores.com mengenai dugaan pelanggaran spesifikasi teknis dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Kasubsi Intelijen Kejari Manggarai, Ronal Kefi Nepa Bureni, mengatakan pemanggilan akan dilakukan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Menurutnya, Kejari akan menindaklanjuti dugaan adanya potensi kerugian negara dalam proyek yang bersumber dari dana APBD Tahun Anggaran 2024 itu.

“Yang pasti kami akan memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan tersebut. Kalau memang ada indikasi kerugian negara, kami akan tindak lanjuti,” tegas Ronal dalam keterangannya, Jumat (24/10/2025).

Pekerjaan Asal Jadi dan Tidak Sesuai Prosedur

Sebelumnya, pemberitaan media mengungkap bahwa proyek jaringan irigasi senilai Rp1,732 miliar tersebut dikerjakan oleh CV. Tulus Karya dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender, di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur.

Namun, pantauan media ini di lapangan menunjukkan indikasi kuat bahwa pekerjaan dilakukan tidak sesuai spesifikasi teknis. Kualitas material dan metode kerja dinilai jauh dari standar yang seharusnya. Penggunaan material tidak sesuai dengan rekomendasi berdasarkan hasil uji laboratorium dinas PUPR Manggarai Timur.

Beberapa warga setempat mengaku bahwa material seperti pasir dan batu diambil dari sekitar lokasi proyek tanpa melalui proses pengujian mutu di laboratorium sebagaimana direkomendasikan Dinas PUPR.

“Pasirnya diambil di Bea Lalang, sementara batu diambil dari sekitar area irigasi,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain penggunaan material yang tidak sesuai prosedur, para pekerja juga disebut tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) selama pengerjaan proyek.

“Kami tidak melihat mereka memakai rompi, helm, atau sarung tangan. Mereka kerja tanpa perlengkapan keselamatan,” lanjut warga itu.

Selain itu, proses pencampuran material semen dan pasir dilakukan secara manual tanpa menggunakan molen.

“Mereka campur semen dan pasir pakai tenaga manusia, bukan molen,” katanya.

Minim Pengawasan dan Tenaga Ahli Diragukan

Sumber lain di lokasi menyebutkan bahwa tenaga ahli dan pengawas teknis proyek tidak tampak aktif di lapangan. Bahkan, menurut warga, pengawas proyek berasal dari Desa Compang Necak sendiri — bukan dari pihak profesional yang ditunjuk resmi oleh instansi teknis.

Sementara itu, upaya konfirmasi media kepada Plt. Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur, Endik Mbembok, melalui PPK Gon Jehatu, hingga kini belum mendapatkan tanggapan. Hal serupa terjadi ketika redaksi mencoba menghubungi pihak kontraktor pelaksana pada Rabu (18/6/2025).

Pihak Kejari Manggarai Siap Dalami Dugaan Penyimpangan

Pihak Kejari Manggarai memastikan akan menelusuri lebih jauh dugaan pelanggaran dalam proyek ini. Pemeriksaan dijadwalkan melibatkan sejumlah pihak, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor pelaksana, serta pihak-pihak dari Dinas PUPR.

Jika ditemukan bukti awal yang cukup, tidak menutup kemungkinan kasus ini naik ke tahap penyelidikan resmi.

“Kami akan dalami secara menyeluruh. Prinsipnya, setiap dugaan penyimpangan dalam penggunaan anggaran publik harus diusut tuntas,” tutup Ronal.

  • Penulis: Dion Damba
  • Editor: Arjuna Putra

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadis Perternakan Kabupaten Manggarai Ingatkan Masyarakat Bahaya Rabies.

    Kadis Perternakan Kabupaten Manggarai Ingatkan Masyarakat Bahaya Rabies.

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Balsy Jegaut
    • visibility 352
    • 0Komentar

    BORONG, KOMPASFLORES.COM – Kabupaten Manggarai, Profinsi Nusa Tenggara Timur,kini berada dalam status siaga rabies. Pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan memastikan stok vaksin rabies untuk Hewan Penular Rabies (HPR) masih mencukupi. Hingga bulan Agustus 2025, tersedia sebanyak 20 ribu dosis vaksin yang siap digunakan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit mematikan ini. Kepala Dinas Peternakan Kabupaten […]

  • Pemdes Watu Lanur Dorong Program Inisiatif Satu Juta Porang dari Kebun Desa

    Pemdes Watu Lanur Dorong Program Inisiatif Satu Juta Porang dari Kebun Desa

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 209
    • 0Komentar

    MANGGARAI TIMUR, KOMPASFLORES.COM – Pemerintah Desa Watu Lanur, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menggalakkan program budidaya porang sebagai bagian dari inisiatif penguatan ekonomi desa. Melalui program bertajuk 1 Juta Porang, Pemdes memanfaatkan lahan kebun desa seluas 20 are sebagai lokasi percontohan. Kepala Desa Watu Lanur, Fransiskus […]

  • Masyarakat Desa Papang Dan Desa Ulu Belang Bersyukur Terhadap Pembangunan Proyek Jaringan Irigasi Wae Mantar SUB Wae Cecu.

    Masyarakat Desa Papang Dan Desa Ulu Belang Bersyukur Terhadap Pembangunan Proyek Jaringan Irigasi Wae Mantar SUB Wae Cecu.

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 323
    • 0Komentar

    BORONG, KOMPASFLORES.COM – Pekerjaan Proyek Jaringan Irigasi D.I lokasi Wilayah Wae Mantar SUB Wae Cecu Kabupaten Manggarai,utamanya untuk peningkatan hasil produksi pertanian masyarakat setempat khususnya produksi padi dan tambak ikan (Kolam). Menurut penelusuran Kompasflores.com Rabu, (10/09/2025), saat ini adapun luas lahan pertanian wilayah dua desa yang dapat aliri proyek ini nantinya mencapai ribuan hektare. Sehingga […]

  • Kepala Desa Compang Teber Mengucapkan Hari Kemerdekan Indonesia Yang Ke-80.

    Kepala Desa Compang Teber Mengucapkan Hari Kemerdekan Indonesia Yang Ke-80.

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Borong,Kompasflores.com-Momen 17 Agustus 2025 menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia, mengingat perjuangan dan pengorbanan yang telah diberikan para pahlawan bangsa. Mereka rela mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan dan kebebasan anak cucunya dari penjajahan. Perayaan hari ulang tahun RI ini dilakukan seluruh masyarakat di Nusantara dengan berbagai cara. Berbagai macam acara juga digelar di berbagai […]

  • Minimnya Transparansi Proyek Sumur Bor di Manggarai Timur, Publik Desak APH Turun Tangan

    Minimnya Transparansi Proyek Sumur Bor di Manggarai Timur, Publik Desak APH Turun Tangan

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle Arjuna Putra
    • visibility 548
    • 0Komentar

    MANGGARAI TIMUR, KOMPASFLORES.COM – Proyek pembangunan sumur bor di wilayah Mbondei, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur kini menjadi sorotan publik. Pasalnya proyek yang disebut-sebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu berjalan tanpa papan informasi sejak awal pengerjaan. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat sekitar dan […]

  • Pulau Flores

    Krisis Perhatian: Sebab Pokok Krisis Pembebasan

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 235
    • 0Komentar

      Melki Deni, S. Fil Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (Sekarang, Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif) Ledalero, NTT, dan sedang belajar teologi di Universidad Pontificia Comillas, Madrid, Spanyol.   Saat ini krisis perhatian kemanusiaan sebagian besar terkait dengan penggunaan ponsel pintar yang berlebihan dan kecanduan online di ruang digital. Di ruang ini, mata dengan cepat […]

expand_less