Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Anggota Cemara Pante Bongkar Dugaan Rekayasa Bagi Hasil, Desak Dinas Perikanan dan APH Bertindak

Anggota Cemara Pante Bongkar Dugaan Rekayasa Bagi Hasil, Desak Dinas Perikanan dan APH Bertindak

  • account_circle Dion Damba
  • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
  • visibility 576
  • comment 0 komentar

MANGGARAI TIMUR, KOMPASFLORES.COM – Menanggapi pernyataan Ketua Kelompok Cemara Pante, Bernabas Raba, yang dimuat oleh salah satu media pada edisi Jumat (24/10/2025), sejumlah anggota kelompok akhirnya angkat suara. Dalam pemberitaan kasus penjualan perahu penangkap ikan bantuan kelompok cemara pente, kecamatan lamba leda utara, Bernabas membantah tudingan telah menjual kapal bantuan dari Dinas Perikanan Kabupaten Manggarai Timur.

“Saya tidak pernah menjual perahu viber tersebut kepada orang lain. Yang terjadi, saya hanya mengadakan kerja sama bagi hasil dengan Majudin, warga Nanga Nae, Desa Parlando, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai,” ujar Bernabas Raba, dalam pernyataannya di media tersebut.

Namun, pernyataan tersebut justru menimbulkan gelombang kekecewaan di internal kelompok. Para anggota mempertanyakan keabsahan dan dasar kerja sama bagi hasil yang dilakukan secara sepihak oleh ketua kelompok tanpa melalui musyawarah sebagaimana mestinya.

“Selama ini kami tidak pernah diajak rapat atau diberi tahu soal kerja sama bagi hasil itu. Kami juga tidak pernah melihat adanya laporan keuangan hasil dari kerja sama tersebut,” ujar salah satu anggota kelompok yang enggan disebutkan namanya.

Para anggota kelompok menduga, kerja sama bagi hasil yang disebutkan ketua kelompok hanyalah alasan untuk menutupi dugaan penjualan kapal bantuan pemerintah. Mereka pun mendesak Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Manggarai Timur dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera turun tangan memeriksa seluruh pihak yang terlibat.

“Kami minta Kadis dan APH segera memeriksa semua pihak, termasuk Ketua kelompok. Jangan sampai bantuan pemerintah yang seharusnya untuk kesejahteraan nelayan malah disalahgunakan,” tegas mereka.

Selain itu, anggota kelompok juga menyesalkan keputusan ketua kelompok yang tidak mempercayakan pengelolaan kapal kepada anggota sendiri, melainkan kepada warga luar daerah.

“Kami heran kenapa tidak dipercayakan kepada anggota kelompok sendiri. Ini kan bantuan untuk kelompok Cemara Pante, bantuan dari Dinas Perikanan Kabupaten Manggarai Timur. Tapi yang merasakan justru warga dari Kabupaten lain. Ini sangat kami sesalkan,” ujar seorang anggota kelompok dengan nada kecewa.

Sejumlah anggota juga menuntut agar Dinas Perikanan dan APH melakukan audit ulang terhadap seluruh dokumen dan aset bantuan yang diterima Kelompok Cemara Pante, termasuk laporan keuangan, bukti kepemilikan kapal, dan hasil pemanfaatannya selama ini.

“Kami hanya ingin transparansi. Ini bantuan negara, bukan milik pribadi. Kalau tidak ada audit, masyarakat akan terus menilai ada permainan di balik bantuan ini,” tambah anggota kelompok lainnya.

Menariknya, Dinas Perikanan Manggarai Timur sebenarnya telah melakukan audit internal sejak tahun 2023 terkait dugaan penyelewengan kapal bantuan tersebut. Hal ini diakui langsung oleh Kepala Dinas Perikanan dalam wawancara dengan pena1ntt.com.

“Pada tahun 2023 tim turun karena kami temukan dia jual satu-satu, jual pukat, jual mesin. Akhirnya tim turun, tetapi ketua kelompok ancam. Tidak benar juga kalau dibilang pembiaran, mungkin dia menipu kami,” ungkap Kadis Perikanan.

“Pelaku mengatakan di depan tim bahwa tidak jadi jual kapalnya dan dia tanda tangan surat bermeterai Rp10.000. Kami pikir selama ini sudah aman, tetapi ternyata ada laporan bahwa perahu tersebut sudah terjual. Kami akan bawa ke ranah hukum di kepolisian,” tambahnya.

Pengakuan tersebut memperkuat bahwa Dinas Perikanan sudah mengetahui adanya pelanggaran sejak audit 2023, namun hingga kini belum terlihat adanya tindakan hukum nyata. Hal inilah yang membuat masyarakat dan anggota kelompok semakin curiga terhadap komitmen dinas dalam menangani kasus tersebut.

“Kalau Kadis bilang sudah tahu sejak tahun lalu, kenapa belum ada laporan resmi ke polisi sampai sekarang? Jangan hanya bilang ‘akan’, tapi tidak pernah dilakukan,” kata salah satu tokoh masyarakat di Satar Punda.

Sementara itu, Bernabas Raba tetap menegaskan bahwa perahu motor bantuan tersebut masih ada dan digunakan untuk melaut. Ia bahkan menantang Dinas Perikanan untuk turun langsung mengecek ke lapangan.

“Silakan Dinas datang langsung ke lokasi untuk memastikan. Perahu itu masih ada dan digunakan untuk melaut. Saya tidak menjualnya, hanya kerja sama bagi hasil karena saya sakit dan tidak bisa melaut,” jelas Bernabas.

Namun bagi anggota kelompok, pembelaan tersebut tidak cukup. Mereka menegaskan bahwa selama tidak ada musyawarah dan laporan terbuka, maka seluruh tindakan pribadi ketua kelompok atas nama kelompok tidak sah dan melanggar prinsip akuntabilitas bantuan pemerintah.

Masyarakat berharap Dinas Perikanan Manggarai Timur tidak berhenti pada audit internal, tetapi benar-benar menindaklanjuti temuan tahun 2023 itu ke ranah hukum.

“Ini soal keadilan dan kepercayaan publik. Kalau bantuan bisa dijual atau dikelola semaunya tanpa sanksi, ke depan tidak ada lagi yang percaya dengan program pemerintah,” tutup salah satu anggota kelompok Cemara Pante.

  • Penulis: Dion Damba
  • Editor: Arjuna Putra

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Desa Papang Dan Desa Ulu Belang Bersyukur Terhadap Pembangunan Proyek Jaringan Irigasi Wae Mantar SUB Wae Cecu.

    Masyarakat Desa Papang Dan Desa Ulu Belang Bersyukur Terhadap Pembangunan Proyek Jaringan Irigasi Wae Mantar SUB Wae Cecu.

    • calendar_month Rab, 10 Sep 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 323
    • 0Komentar

    BORONG, KOMPASFLORES.COM – Pekerjaan Proyek Jaringan Irigasi D.I lokasi Wilayah Wae Mantar SUB Wae Cecu Kabupaten Manggarai,utamanya untuk peningkatan hasil produksi pertanian masyarakat setempat khususnya produksi padi dan tambak ikan (Kolam). Menurut penelusuran Kompasflores.com Rabu, (10/09/2025), saat ini adapun luas lahan pertanian wilayah dua desa yang dapat aliri proyek ini nantinya mencapai ribuan hektare. Sehingga […]

  • Kades Benteng Kuwu Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa: “Informasi Itu Tidak Benar dan Merugikan”

    Kades Benteng Kuwu Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa: “Informasi Itu Tidak Benar dan Merugikan”

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Tim Media
    • visibility 337
    • 0Komentar

    MANGGARAI, KOMPASFLORES.COM – Kepala Desa Benteng Kuwu, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Walterius Handur, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan salah satu media online tertanggal 8 November 2025 yang menyebut adanya dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa di wilayah yang dipimpinnya. Klarifikasi tersebut disampaikan Walterius pada Senin (10/11/2025) di hadapan masyarakat. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai […]

  • Polres Manggarai Timur:  Kami Tegaskan Komitmen  Proses Hukum Dugaan Korupsi Dana Desa Golo Nimbung

    Polres Manggarai Timur: Kami Tegaskan Komitmen Proses Hukum Dugaan Korupsi Dana Desa Golo Nimbung

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 602
    • 0Komentar

      MANGGARAI TIMUR, KOMPASFLORES.COM – Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan proses hukum atas dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) Golo Nimbung yang melibatkan mantan Kepala Desa Fransiskus Salesman. Kasus dugaan korupsi yang terjadi sejak tahun 2018 hingga 2023 itu kini menjadi sorotan publik. Polres Manggarai Timur memastikan […]

  • Lewat LPKBJJ dan OSMB, UT Kupang Siapkan Mahasiswa Baru Hadapi Sistem Pendidikan Terbuka

    Lewat LPKBJJ dan OSMB, UT Kupang Siapkan Mahasiswa Baru Hadapi Sistem Pendidikan Terbuka

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 244
    • 0Komentar

    BORONG, KOMPASFLORES.COM – Universitas Terbuka (UT) Kupang melalui Sentra Layanan UT (SALUT) Dewantara Borong kembali menyelenggarakan kegiatan Layanan Pendukung Kegiatan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) dan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) selama dua hari, mulai Sabtu (6/9/2025) hingga Minggu (7/9/2025). Kegiatan ini menjadi agenda wajib bagi mahasiswa baru UT, termasuk yang berdomisili di Kabupaten Manggarai Timur. […]

  • Keluarga Besar Haji Mansur Anwar Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Yang Ke-80.

    Keluarga Besar Haji Mansur Anwar Mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Yang Ke-80.

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Manggarai,Kompasflores.com-Momen 17 Agustus 2025 menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia, mengingat perjuangan dan pengorbanan yang telah diberikan para pahlawan bangsa. Mereka rela mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan dan kebebasan anak cucunya dari penjajahan. Perayaan hari ulang tahun RI ini dilakukan seluruh masyarakat di Nusantara dengan berbagai cara. Berbagai macam acara juga digelar di berbagai […]

  • Pulau Flores

    Mengapa Manusia Harus Menolak Proyek Gheotermal Di Pulau Flores

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 375
    • 0Komentar

    KOMPAS Flores.COM – Beberapa tahun terakhir ini, selain didaruratkan oleh masalah kemiskinan, stunting, perdagangan manusia, bunuh diri, kekerasan seksual, korupsi, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, masyarakat di Flores, NTT juga harus menghadapi bencana alam seperti letusan gunung berapi di sejumlah titik, longsor, banjir, abrasi, gagal panen dan kekeringan. Belum selesai masalah pengalihfungsian hutan lindung […]

expand_less