Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Kades Benteng Kuwu Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa: “Informasi Itu Tidak Benar dan Merugikan”

Kades Benteng Kuwu Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa: “Informasi Itu Tidak Benar dan Merugikan”

  • account_circle Tim Media
  • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
  • visibility 214
  • comment 0 komentar

MANGGARAI, KOMPASFLORES.COM – Kepala Desa Benteng Kuwu, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Walterius Handur, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan salah satu media online tertanggal 8 November 2025 yang menyebut adanya dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa di wilayah yang dipimpinnya.

Klarifikasi tersebut disampaikan Walterius pada Senin (10/11/2025) di hadapan masyarakat. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta dan sangat merugikan, baik secara pribadi maupun secara kelembagaan pemerintahan desa.

“Pemberitaan itu tidak benar. Informasi yang disampaikan sangat merugikan saya secara pribadi dan juga pemerintahan desa Benteng Kuwu,” tegas Walterius.

Terkait kondisi jalan rusak menuju kantor desa yang disebut dalam pemberitaan, Walterius menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Manggarai, bukan pemerintah desa.

“Itu jalan kabupaten, bukan jalan desa. Jadi pengerjaannya dilakukan oleh pemerintah kabupaten, bukan oleh desa,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai proyek pembangunan tribun sepak bola di Wae Mbeleng yang disebut mangkrak, Walterius menegaskan bahwa proyek tersebut memang tidak mencakup pembuatan atap karena tidak masuk dalam item anggaran.

“Memang tidak ada atapnya, karena dalam anggaran tidak ada pembuatan atap. Kami hanya bangun tribun saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Kades Walterius menekankan bahwa seluruh pengelolaan dana desa dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Setiap kegiatan pembangunan, kata dia, telah melalui mekanisme musyawarah desa dan diawasi oleh berbagai pihak terkait.

“Semua kegiatan pembangunan yang dilakukan telah melalui prosedur yang jelas dan diawasi oleh pihak yang berkompeten. Kami juga selalu melibatkan BPD, tokoh masyarakat, tokoh muda, para guru, kepala puskesmas, pendamping desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas dalam musyawarah RKPDes,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa secara rutin mempublikasikan laporan penggunaan dana desa kepada masyarakat, baik melalui media informasi luar ruang maupun dalam forum musyawarah desa.

“Di sini kita selalu terbuka kepada masyarakat terkait pengelolaan dana desa, tidak ada yang ditutupi,” ujarnya.

Sebagai penutup, Walterius mengimbau masyarakat untuk mengklarifikasi langsung kepada pemerintah desa apabila menerima informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Bila ada informasi yang tidak jelas atau ada hal yang kurang berkenan, saya minta agar masyarakat langsung bertanya kepada pihak Pemdes atau BPD, supaya mendapatkan informasi yang benar dan menjaga ketertiban bersama,” pungkasnya.

  • Penulis: Tim Media
  • Editor: Arjuna Putra

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pulau Flores

    Mengapa Manusia Harus Menolak Proyek Gheotermal Di Pulau Flores

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 210
    • 0Komentar

    KOMPAS Flores.COM – Beberapa tahun terakhir ini, selain didaruratkan oleh masalah kemiskinan, stunting, perdagangan manusia, bunuh diri, kekerasan seksual, korupsi, kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan seksual, masyarakat di Flores, NTT juga harus menghadapi bencana alam seperti letusan gunung berapi di sejumlah titik, longsor, banjir, abrasi, gagal panen dan kekeringan. Belum selesai masalah pengalihfungsian hutan lindung […]

  • Kejari Manggarai Telusuri Dugaan Proyek Irigasi “Asal Jadi” di Wae Necak: Pekerjaan Tidak Sesuai Prosedur dan Minim Pengawasan

    Kejari Manggarai Telusuri Dugaan Proyek Irigasi “Asal Jadi” di Wae Necak: Pekerjaan Tidak Sesuai Prosedur dan Minim Pengawasan

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 520
    • 0Komentar

    MANGGARAI TIMUR, KOMPASFLORES.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai bakal memanggil sejumlah pihak terkait proyek pembangunan jaringan irigasi Wae Necak di Desa Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Langkah ini diambil setelah muncul pemberitaan media online kompasflores.com mengenai dugaan pelanggaran spesifikasi teknis dalam pelaksanaan proyek tersebut. Kasubsi Intelijen Kejari Manggarai, Ronal Kefi Nepa Bureni, […]

  • Kejari Mabar Di Minta Untuk Mengusut Tuntas Dugaan Korupsi Anggota DPRD Mabar.

    Kejari Mabar Di Minta Untuk Mengusut Tuntas Dugaan Korupsi Anggota DPRD Mabar.

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Labuan Bajo,Kompasflores.Com-Kejaksaan Negeri Manggarai Barat diminta mengusut tuntas penyalahgunaan anggaran Negara yang menyeret sejumlah nama anggota DPRD periode tahun 2019-2024 di Kabupaten Manggarai Barat,NTT yang merugikan negara Rp.256 juta. BPK menemukan sejumlah perjalanan dinas dan mark up harga hotel hingga biaya rumah tangga anggota DPRD Mabar yang di duga fiktif. Salah seorang warga Labuan Bajo […]

  • Minimnya Transparansi Proyek Sumur Bor di Manggarai Timur, Publik Desak APH Turun Tangan

    Minimnya Transparansi Proyek Sumur Bor di Manggarai Timur, Publik Desak APH Turun Tangan

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle Arjuna Putra
    • visibility 369
    • 0Komentar

    MANGGARAI TIMUR, KOMPASFLORES.COM – Proyek pembangunan sumur bor di wilayah Mbondei, Kelurahan Tanah Rata, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur kini menjadi sorotan publik. Pasalnya proyek yang disebut-sebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu berjalan tanpa papan informasi sejak awal pengerjaan. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat sekitar dan […]

  • Maxi Agri Tingkatkan Pendampingan Teknis, Petani Manggarai Timur Dapat Edukasi Penggunaan Superfos

    Maxi Agri Tingkatkan Pendampingan Teknis, Petani Manggarai Timur Dapat Edukasi Penggunaan Superfos

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Irenius Putra
    • visibility 46
    • 0Komentar

    MANGGARI TIMUR, KOMPASFLORES .COM — Upaya penguatan kapasitas petani terus dilakukan perusahaan agribisnis Maxi Agri melalui pendampingan teknis langsung di lapangan. Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah pendampingan penyemprotan Superfos, yang dilakukan oleh perwakilan Maxi Agri, Masten Roman, di lahan pertanian Desa Nanga Labang, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (02/12/2025) […]

  • Aktivis LP-KPK NTT Desak APH Periksa PPK dan Kontraktor Terkait Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi Wae Necak

    Aktivis LP-KPK NTT Desak APH Periksa PPK dan Kontraktor Terkait Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi Wae Necak

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Borong, Kompasflores.com – Stefanus Woket, aktivis Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Nusa Tenggara Timur (NTT), mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan kontraktor pelaksana proyek pembangunan jaringan irigasi Wae Necak di Kabupaten Manggarai Timur. Proyek tersebut diduga kuat dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi dan petunjuk teknis. “Saya […]

expand_less