Wartawan Kompasflores.com, Dion Damba Polisikan Akun Facebook Tony Cundawan
- account_circle Tim Media kompasflores.com
- calendar_month Sen, 15 Des 2025
- visibility 361
- comment 0 komentar

Dion Damba, Wartawan Kompasflores.com Polisikan Akun Facebook Tony Cundawan
Manggarai Timur, kompasflores.com — Pernyataan bernada penghinaan terhadap profesi jurnalis yang disebarkan melalui media sosial berbuntut serius. Dion Damba, jurnalis di Manggarai Timur, menegaskan siap menempuh jalur hukum secara pribadi atas sejumlah postingan akun Facebook Tony Cundawan yang dinilainya tidak hanya melecehkan profesi wartawan, tetapi juga telah menyerang dirinya secara personal.
“Secara pribadi saya siap tempuh jalur hukum. Pernyataan yang disampaikan sudah menyerang personal saya, bukan lagi sekadar kritik terhadap pemberitaan,” ujar Dion Damba saat dimintai tanggapan.
Dion menilai, unggahan dan komentar yang disampaikan Tony Cundawan di media sosial telah melewati batas kebebasan berpendapat. Dalam beberapa postingannya, akun tersebut menyebut media dengan istilah kasar dan merendahkan seperti “media alat babi”, “media tai”, serta menuding wartawan bekerja untuk mencari uang dan melakukan pemerasan.
Selain itu, Tony Cundawan juga mengomentari unggahan Facebook yang membagikan berita KompasFlores.com berjudul “AMPKPI Soroti Dugaan Penggunaan Material Ilegal di Proyek Jalan Kisol–Mok–Paan–Leleng–Mukun”. Dalam komentar tersebut, ia menuliskan kalimat yang menyiratkan bahwa wartawan seharusnya “pergi minta uang” dan tidak “sok pintar”.
Menurut Dion, komentar tersebut tidak hanya merendahkan kerja jurnalistik secara umum, tetapi juga diarahkan kepada dirinya sebagai wartawan yang terlibat dalam kerja-kerja peliputan dan pengawasan publik.
“Jika keberatan dengan isi berita, ada mekanisme hak jawab dan hak koreksi yang dijamin undang-undang. Namun ketika yang dilakukan adalah penghinaan, fitnah, dan serangan personal, itu sudah masuk wilayah hukum,” tegasnya.
Dion menegaskan bahwa langkah hukum yang akan ditempuh bukan untuk membungkam kritik, melainkan sebagai bentuk perlindungan terhadap martabat pribadi dan profesi wartawan yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Hingga berita ini diterbitkan, akun Facebook Tony Cundawan belum memberikan klarifikasi atau permintaan maaf atas pernyataannya yang menuai kecaman dari kalangan jurnalis.
- Penulis: Tim Media kompasflores.com


Seperti apa kualifikasi jurnalis yg sebenarnya…?
15 Desember 2025 9:31 pmKok bisa ya, mantan napi di mafia migas di jadikan wartawan lagi dgn pengalamannya wartawan jadi senjata migas. Wartawan hanya sebagai senjata untuk banyak modus dr Dion damba ini…buktinya dia SDH pernah di bui persoalan beling migas