Pemdes Watu Lanur Dorong Program Inisiatif Satu Juta Porang dari Kebun Desa
- account_circle Dion Damba
- calendar_month Sel, 20 Jan 2026
- visibility 210
- comment 0 komentar

Pemdes Watu Lanur Dorong Program Inisiatif Satu Juta Porang dari Kebun Desa
MANGGARAI TIMUR, KOMPASFLORES.COM – Pemerintah Desa Watu Lanur, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menggalakkan program budidaya porang sebagai bagian dari inisiatif penguatan ekonomi desa. Melalui program bertajuk 1 Juta Porang, Pemdes memanfaatkan lahan kebun desa seluas 20 are sebagai lokasi percontohan.

Kepala Desa Watu Lanur, Fransiskus Sanur, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang secara bertahap dengan memaksimalkan potensi lahan desa yang tersedia.
“Total luas kebun desa adalah 20 are, dan kami telah menanam 2.000 pohon di lahan 2 are. Jadi, estimasi penanaman bibit adalah sekitar 10.000 pohon,” jelas Kepala Desa Watu Lanur, Fransiskus Sanur.
Pria yang bergelar Magister Humaniora dan merupakan lulusan Universitas Mahasaraswati Denpasar itu menegaskan bahwa budidaya porang menjadi program jangka panjang yang akan terus dikembangkan dan diperluas ke masyarakat desa.

“Saya percaya, porang merupakan salah satu potensi desa kita yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga ke depannya. Kami mulai dari kebun desa terlebih dahulu. Setelah kebun desa selesai, baru akan lebih mudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar tidak dianggap hanya sekadar program,” ungkap Kades yang akrab disapa Nanuk.
Menurutnya, pengembangan porang ke depan tidak lagi berhenti pada produksi bahan mentah, melainkan akan diarahkan pada penguatan industri hilir dan stabilisasi pasar ekspor.
“Pemerintah telah memperketat regulasi ekspor porang dalam bentuk umbi mentah dan mewajibkan ekspor dalam bentuk olahan, seperti chip, tepung, atau glukomanan,” tambahnya.
Nanuk juga memproyeksikan bahwa dalam kurun waktu lima tahun mendatang, pemanfaatan porang akan semakin luas dengan beragam produk turunan bernilai tambah.
“Dengan langkah ini, kapasitas industri pengolahan porang dalam negeri akan meningkat, sejalan dengan target pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pelopor glukomanan global,” tegas Nanuk.
Ia menambahkan, porang sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong pengembangan pangan alternatif masa depan karena kandungan glukomanannya yang sehat dan rendah gula.
“Ini akan mendorong peningkatan konsumsi domestik, sehingga petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasar ekspor,” tutupnya.
- Penulis: Dion Damba
- Editor: Arjuna Putra


Saat ini belum ada komentar