Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Petani Mendesak Kejati NTT Periksa Proyek Irigasi Wae Necak

Petani Mendesak Kejati NTT Periksa Proyek Irigasi Wae Necak

  • account_circle Dion Damba
  • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
  • visibility 205
  • comment 0 komentar

Manggarai Timur, KOMPASFLORE.COM— Sejumlah petani di Desa Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap proyek pembangunan jaringan irigasi Wae Necak yang diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan berpotensi merugikan keuangan negara.

Desakan tersebut muncul akibat kekecewaan masyarakat atas kualitas pekerjaan irigasi yang dinilai tidak memenuhi standar mutu bangunan dan tidak sesuai dengan kebutuhan petani sebagai penerima manfaat utama.

“Irigasi ini seharusnya membantu petani, bukan malah menimbulkan masalah baru. Kami minta Kejati NTT turun tangan dan periksa proyek ini secara serius,” ujar salah satu petani setempat, Minggu (24/01/2026).

Para petani menilai, proyek yang seharusnya menjadi penopang sektor pertanian justru dikerjakan secara asal-asalan. Mereka menduga penggunaan material tidak sesuai spesifikasi, pengawasan lemah, serta proses pekerjaan tidak mengikuti prosedur teknis sebagaimana diatur dalam kontrak.

“Kami lihat sendiri material diambil dari sekitar lokasi, pasir dari Bea Lalang, batu dari area sekitar irigasi. Ini jelas tidak sesuai prosedur,” ungkap warga lainnya.

Selain itu, para pekerja juga disebut tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), serta proses pencampuran material dilakukan secara manual tanpa menggunakan molen, yang berdampak pada kualitas konstruksi bangunan.

Proyek Bernilai Miliaran Rupiah

Proyek pembangunan jaringan irigasi Wae Necak diketahui bersumber dari APBD Kabupaten Manggarai Timur Tahun Anggaran 2024 dengan nilai kontrak sebesar Rp1.732.729.900 dan masa pelaksanaan selama 150 hari kalender.

Proyek tersebut berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur, dan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV. Tulus Karya.

Berdasarkan rekomendasi teknis Dinas PUPR, material pasir yang digunakan seharusnya berasal dari sumber resmi yang memiliki izin serta telah melalui uji laboratorium. Namun, fakta di lapangan menunjukkan adanya dugaan kuat penyimpangan terhadap ketentuan tersebut.

Desakan Penegakan Hukum

Para petani menilai, dugaan penyimpangan ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam keberlanjutan sektor pertanian masyarakat setempat.

“Irigasi ini menyangkut hidup petani. Kalau dibangun asal-asalan, yang rugi kami, dan negara juga dirugikan. Karena itu kami minta Kejati NTT turun langsung periksa proyek ini,” tegas salah satu petani.

Mereka berharap Kejati NTT tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan kualitas pekerjaan dan kesesuaian spesifikasi teknis proyek.

  • Penulis: Dion Damba
  • Editor: Arjuna Putra

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Desa Compang Teber Mengucapkan Hari Kemerdekan Indonesia Yang Ke-80.

    Kepala Desa Compang Teber Mengucapkan Hari Kemerdekan Indonesia Yang Ke-80.

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Borong,Kompasflores.com-Momen 17 Agustus 2025 menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia, mengingat perjuangan dan pengorbanan yang telah diberikan para pahlawan bangsa. Mereka rela mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan dan kebebasan anak cucunya dari penjajahan. Perayaan hari ulang tahun RI ini dilakukan seluruh masyarakat di Nusantara dengan berbagai cara. Berbagai macam acara juga digelar di berbagai […]

  • Tambang Tanpa Izin di Watu Mori: Dugaan Kejahatan Lingkungan di Balik Proyek Jalan Pemerintah

    Tambang Tanpa Izin di Watu Mori: Dugaan Kejahatan Lingkungan di Balik Proyek Jalan Pemerintah

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Manggarai Timur,Kompasflores.Com – Bekas pengoperasian Alat berat mengeruk bebatuan dari Sungai Wae Laku. Itu terjadi di akhir tahun 2024. Tersembunyi praktik tambang yang diduga ilegal, berlangsung nyaris tanpa pengawasan selama bertahun-tahun. PT Menara Armada Pratama (MAP), sebuah perusahaan kontraktor besar yang mengoperasikan aktivitas galian C di Desa Watu Mori, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, disebut-sebut […]

  • Dukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo, Perbaikan Jalan Pelabuhan Wae Kelambu Hampir Rampung

    Dukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo, Perbaikan Jalan Pelabuhan Wae Kelambu Hampir Rampung

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 311
    • 0Komentar

    LABUAN BAJO, KOMPASFLORES.COM – Perbaikan Alinyemen pada jalan akses menuju pelabuhan multipurpose Peti Kemas Wae Kelambu di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditargetkan tuntas Desember 2025. Saat ini pekerjaannya sudah mencapai mencapai 98,847 persen. Perbaikan jalan akses menuju pelabuhan itu diharapkan dapat mendukung Labuan Bajo sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas (DPSP). Pejabat Pembuat […]

  • Proses Tender Dan Perubahan Sumber Anggaran Jalan Raong-Woko Ledu –Wirung Sudah Sesuai Prosedur Yang Di Tetapkan.

    Proses Tender Dan Perubahan Sumber Anggaran Jalan Raong-Woko Ledu –Wirung Sudah Sesuai Prosedur Yang Di Tetapkan.

    • calendar_month Ming, 22 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Borong,Kompasflores.Com-Tudingan yang mengarah adanya permainan yang menyalahi aturan terkait proyek pengerjaan  jalan Raong-Woko Ledu-Wirung,Kecamatan Elar Selatan,Kabupaten Manggarai Timur,NTT pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ditanggapi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),Ardizh Djawa. Disinyalir,dugaan adanya konspirasi antara Kelompok Kerja (Pokja), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur, dengan […]

  • Golo Loni Menjadi Salah Satu Tempat Pariwisata Yang Sangat Di Minati Bagi Para Pengunjung.

    Golo Loni Menjadi Salah Satu Tempat Pariwisata Yang Sangat Di Minati Bagi Para Pengunjung.

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Manggarai Timur,Kompasflores.com-Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur,NTT kini menjadi salah satu tempat pariwisata baru bagi wisatawan Lokal maupun mancanegara. Lokasi pariwisata ini terletak di jalur strategis Trans Flores, desa ini menawarkan berbagai destinasi wisata menarik yang membuatnya semakin diminati para pengunjung. Selain Labuan Bajo yang lebih dulu dikenal sebagai destinasi super premium,kini […]

  • Rikard Jani Terlibat Perjalanan Dinas Fiktif dan Mark Up Sewa Hotel

    Rikard Jani Terlibat Perjalanan Dinas Fiktif dan Mark Up Sewa Hotel

    • calendar_month Kam, 26 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Labuan Bajo,Kompasflores.Com-Penyalahgunaan anggaran negara di Kabupaten Manggarai Barat,NTT menyeret sejumlah nama anggota DPRD yang masih aktif maupun yang sudah tidak lagi menjabat. Salah satu anggota DPRD aktif Mabar yang terlibat dalam penggunaan anggaran perjalanan dinas fiktif dan mark up harga hotel adalah Rikar Jani, Wakil Ketua I DPRD Mabar dari Partai Demokrat. Nama yang bersangkutan […]

expand_less