Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Minimnya Budaya Literasi pada Siswa di Era Digital

Minimnya Budaya Literasi pada Siswa di Era Digital

  • account_circle Irenius Putra
  • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar

Oleh: Yasri Ruspita Parmin
Mahasiswa Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik, STIPAS St. Sirlius Ruteng

Minimnya budaya literasi siswa di era digital ditandai dengan rendahnya minat baca mendalam, ketergantungan pada konten instan di sosial media, dan lemahnya kemampuan memfilter informasi. Dampaknya meliputi kerentanan terhadap hoaks, penurunan daya kritis, dan rendahnya prestasi akademik. Diperlukan penguatan literasi digital dan kurikulum yang relevan.

Skor PISA 2022 menunjukkan bahwa literasi siswa Indonesia masih rendah, dengan skor 395 poin. Hal ini disebabkan oleh kurangnya motivasi membaca, akses buku terbatas, lingkungan kurang mendukung, dan dominasi gowai. Hasil Asesmen Nasional (ANBK) 2022 juga menunjukkan bahwa hanya 55% siswa kelas 6 SD yang mencapai tingkat literasi minimum.

Data UNESCO bahkan menyebut bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%, artinya hanya 1 orang dari 1.000 orang yang rajin membaca. Penyebab utamanya yaitu kurangnya akses buku/perpustakaan, kualitas pendidikan yang tidak merata, penggunaan teknologi/sosial media yang tidak tepat, dan kurangnya budaya membaca dari lingkungan keluarga.

Beberapa tahapan yang bisa dilakukan untuk menggerakan literasi di lingkungan sekolah diantaranya; pembiasaan membaca di lingkungan sekolah, pengembangan minat baca, dan pelaksanaan pembelajaran berbasis literasi. Gerakan literasi di lingkup sekolah dasar bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan, penguatan nilai-nilai budaya, dan membangun identitas bangsa Indonesia.

Minimnya literasi juga berdampak pada kemampuan berpikir kritis, prestasi akademik, dan terbatasnya peluang pendidikan dan karier. Salah satu aspek kunci dari literasi digital adalah kemampuan untuk menemukan informasi. Literasi rendah juga bikin seseorang sulit mencerna informasi medis atau kesehatan.

Teknologi digital bisa menjadi solusi, namun cara pemanfaatannya perlu diubah. Misalnya, mendorong penggunaan aplikasi buku digital, audiobook, dan perpustakaan online yang menyediakan literatur berkualitas.

Dengan demikian, penting bagi kita untuk menggalakkan kembali budaya literasi dan memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan literasi masyarakat.

  • Penulis: Irenius Putra

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Media Sosial dan Perubahan Wajah Sosial Manggarai

    Media Sosial dan Perubahan Wajah Sosial Manggarai

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle Irenius Putra
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Oleh: Aurelia Saputri Di Manggarai, perubahan sosial tidak lagi hanya terjadi di compang, mbaru gendang, atau ruang-ruang adat. Kini, sebagian besar perubahan itu berlangsung di layar ponsel: di Facebook, grup WhatsApp, dan berbagai platform digital. Sebagai orang Manggarai yang tumbuh dengan budaya sambut, dodo, dan komunikasi tatap muka, saya merasakan betul bagaimana media sosial telah […]

  • Kasus Tanah TPA Warloka Masuk Penyelidikan Aktif, Korban Apresiasi Gerak Cepat Polres Manggarai Barat

    Kasus Tanah TPA Warloka Masuk Penyelidikan Aktif, Korban Apresiasi Gerak Cepat Polres Manggarai Barat

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 137
    • 0Komentar

    MANGGARAI BARAT, KOMPASFLORES.COM — Penanganan laporan dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen tanah di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Warloka kini memasuki tahap penyelidikan aktif. Korban menyampaikan apresiasi kepada Polres Manggarai Barat atas langkah cepat dan responsif dalam menindaklanjuti laporan pidana yang telah dilayangkan. Pada Selasa (3/2/2026), penyidik memanggil dan memeriksa saksi dari pihak pelapor untuk […]

  • Halusinasi Fest

    Besok, Konser Mini di Natas Labar Motang Rua Ruteng Bertajuk Halusinasi Fest

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Tim
    • visibility 1.221
    • 0Komentar

    RUTENG, KOMPASFLORES.COM – Halusinasi Production House (HPH) akan menggelar mini concert bertajuk Halusinasi Fest di pelataran Natas Labar Motang Rua Ruteng pada Sabtu, 18 Oktober 2025, mulai pukul 16.oo WITA hingga selesai. Rumah produksi yang bergerak di bidang advertising dan multimedia ini menggandeng beberapa musisi kenamaan serta band yang malang melintang di beberapa event populer di […]

  • Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Manggarai

    Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Manggarai

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 139
    • 0Komentar

     Oleh: Merlinda Moe                                        Mahasiswa STIPAS Santo Sirilus Ruteng, Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik Kabupaten Manggarai di Provinsi Nusa Tenggara Timur dikenal sebagai wilayah yang mempesona dengan kekayaan alam dan budaya lokal yang mengakar kuat dalam kehidupan […]

  • Pendidikan Karakter Lebih dari Sekadar Nilai Akademik

    Pendidikan Karakter Lebih dari Sekadar Nilai Akademik

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Irenius Putra
    • visibility 21
    • 0Komentar

     oleh: Maria Agustina Lastri Dalam praktik pendidikan, sejak dahulu hingga saat ini, keberhasilan peserta didik sering kali diukur melalui pencapaian nilai akademik. Siswa yang memperoleh nilai tinggi kerap dianggap sebagai sosok cerdas dan dipandang memiliki masa depan yang cerah. Tidak jarang, sekolah dan orang tua menjadikan angka-angka dalam rapor sebagai tujuan utama dalam proses belajar. […]

  • Kepala sekolah SMAN 2 Kota Komba Diduga Korupsi Dana Bos.

    Kepala sekolah SMAN 2 Kota Komba Diduga Korupsi Dana Bos.

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Borong,Kompasflores.com-Kepala sekolah SMAN 2 Kota Komba,Kecamatan Kota Komba,Kabupaten Manggarai Timur,NTT diduga tidak transparan dalam penggunaan dana Bos,sehingga di sinyalir oknum kepala sekolah dalam menggunakan uang negara itu tertutup. Penyimpangan dana bos di sekolah nampaknya sudah bukan rahasia umum lagi, lantaran minimnya pemahaman pejabat atas keterbukaan informasi publik. Dalam pantauan wartawan,selain tidak membuat papan informasi tentang […]

expand_less