Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Aktivis (LP-KPK) Mendesak APH Segera Periksa Irigasi Wae Necak Yang Di Duga Tidak Sesuai Spesifikasi

Aktivis (LP-KPK) Mendesak APH Segera Periksa Irigasi Wae Necak Yang Di Duga Tidak Sesuai Spesifikasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 28 Jun 2025
  • visibility 357
  • comment 0 komentar

Borong,Kompasflores.Com-Stefanus Woket, aktivis Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK), Nusa Tenggara Timur (NTT),mendesak Aparat Penagak Hukum (APH) untuk segera periksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kontraktor pelaksana terkait irigasi Wae Necak yang di duga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi dan petunjuk teknis.

“Saya mendesak agar Polres Manggarai Timur dan Kejaksaan Negeri Manggarai segera memanggil kontraktor pelaksana dan PPK terkait pekerjaan irigasi Wae Necak,ini masalah yang luar biasa”,tegasnya.

Hal itu disampaikan oleh aktivis (LP-KPK),Stefanus Woket kepada media Kompasflores.com Sabtu,(28/06/2025).

Menurutnya,Kegiatan Pembangunan Jaringan Irigasi merupakan suatu proses yang telah direncanakan secara sistematis mengarah pada kondisi yang lebih baik. Namun,karena kurangnya pengawasan membuat pembangunan jaringan irigasi Wae Necak tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Irigasi ini penting bagi petani sawah,jangan sampai gara-gara kurangnya pengawasan serta kerja yang amburadul membuat pembangunan jaringan irigasi Wae Necak ini tidak sesuai dengan yang di harapkan”,ungkapnya.

Dikatakannya,sudah jelas-jelas kontraktor mengerjakan irigasi tersebut menggunakan material ilegal dan pasir cadas yang ada di Bea Lalang.

“Kalau sudah temukan adanya penyalahgunaan material,maka itu sudah dapat dijadikan pintu masuk bagi aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Manggarai dan Polres Matim untuk mengusut kasus irigasi Wae Necak”ungkapnya.

Menurutnya,aparat penegak hukum tidak boleh lambat dalam mengusut kasus-kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara,seperti yang terjadi di irigasi Wae Necak.

“Penyidik kejaksaan Manggarai dan Polres Matim harus bergerak cepat untuk mengusut tuntas,karena ini sudah ada bukti awal yang cukup kuat untuk mengusut tuntas kasus ini”,tegasnya.

Untuk itu,dirinya berharap agar Polres Manggarai Timur dan Kejari Manggarai jangan main-main dengan persoalan irigasi Wae Necak.

Sebelumnya media ini memberitakan Proyek pembangunan jaringan irigasi Wae Necak, di Desa Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, NTT diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi.

Pekerjaan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Manggarai Timur yang menggunakan sumber Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Darrah (APBD), tahun anggaran 2024, dengan nilai kontrak Rp 1.732.729.900 dengan waktu pelaksanaan 150 (seratus lima puluh) hari kalender.

Pelaksana dikerjakan oleh kontraktor (CV.Tulus Karya), yang diduga dalam melaksanakan pembangunan pekerjaan tersebut tidak menghiraukan mutu dan kwalitas bangunan.

Pantauan Media ini di lapangan, terlihat hasil pekerjaan pembangunan jaringan irigasi tidak memperdulikan mutu dan kualitas serta ketahanan bangunan,pasalnya material yang mereka gunakan tidak sesuai prosedur atau proses tender.

Padahal, menurut rekomendasi Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), material pasir yang digunakan harus berasal dari sumber resmi yang telah memiliki izin serta telah melewati uji laboratorium sebelum digunakan

Salah seorang warga yang enggan di Mediakan namanya saat di temui di lokasi kerja mengatakan kalau material pekerjaan irigasi Wae Necak I di ambil dari sekitar lokasi kerja.

“Om,terkait materialnya kemarin mereka ambil dari lokasi sekitar sini,baik batu maupun pasir”ungkapnya.

“Pasirnya mereka ambil di Lokasi pasir Bea Lalang,sedangkan batu mereka ambil dari lokasi sekitar irigasi”,Jelasnya lagi.

Ia juga menjelaskan,pada saat proses pengerjaan,tenaga kerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD).

“Kami tidak lihat perlengkapan seperti rompi,bingkap,helem,maupun kaus tangan,dan memang tidak ada saat proses pengerjaan”,katanya.

Lebih jauh ia menjelaskan,terkait dengan proses pencampuran material tidak menggunakan molen dan di campur secara manual.

“Mereka tidak pake molen pak,mereka campur manual menggunakan tenaga manusia”,Katanya lagi.

Media ini juga mempertanyakan terkait dengan tenaga ahli Perusahan,sebab yang mengawas pekerjaan ini adalah warga Desa Necak.

Terpisah saat media ini menghubungi PLT Dinas Pekerjaan Umum,Endik Mbembok melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),Gon Jehatu via Whatsaap untuk menanyakan terkait pekerjaan tersebut tidak di respon.

Sementara kontraktor pelaksana saat di hubungi media ini via WhatsApp Rabu,(18/06/2025) untuk menyakan terkait pekerjaan irigasi tersebut juga tdk di respon.

Untuk di ketahui,Kejaksaan Negeri Manggarai sudah mendatangi lokasi pekerjaan irigasi Wae Necak beberapa bulan lalu,media ini juga belum mengetahui motif dan tujuan kehadiran kejaksaan di irigasi Wae Necak tersebut.

Penulis : Dion Damba

Penulis

Dari Flores Untuk Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Desa Compang Teber Mengucapkan Hari Kemerdekan Indonesia Yang Ke-80.

    Kepala Desa Compang Teber Mengucapkan Hari Kemerdekan Indonesia Yang Ke-80.

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Borong,Kompasflores.com-Momen 17 Agustus 2025 menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia, mengingat perjuangan dan pengorbanan yang telah diberikan para pahlawan bangsa. Mereka rela mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan dan kebebasan anak cucunya dari penjajahan. Perayaan hari ulang tahun RI ini dilakukan seluruh masyarakat di Nusantara dengan berbagai cara. Berbagai macam acara juga digelar di berbagai […]

  • Kejari Manggarai Pulihkan Aset Negara Rp1,18 Miliar di 2025, Tegaskan Komitmen Lawan Korupsi pada Momentum HAKORDIA

    Kejari Manggarai Pulihkan Aset Negara Rp1,18 Miliar di 2025, Tegaskan Komitmen Lawan Korupsi pada Momentum HAKORDIA

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 507
    • 0Komentar

    MANGGARAI, KOMPASFLORES.COM — Memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025, Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai mempublikasikan capaian penting dalam upaya pemberantasan korupsi sepanjang tahun 2025. Salah satu keberhasilan terbesar adalah pemulihan kerugian negara senilai Rp1,18 miliar dari sejumlah perkara korupsi yang ditangani. Capaian tersebut disampaikan Kepala Kejari Manggarai, Deddy Dilliyanto, melalui Kepala Seksi Intelijen, Putu Cakra Ari […]

  • Gubernur NTT Sambut Hangat Kajati Baru, Tekankan Sinergi Penegakan Hukum dan Pembangunan

    Gubernur NTT Sambut Hangat Kajati Baru, Tekankan Sinergi Penegakan Hukum dan Pembangunan

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 547
    • 0Komentar

    KUPANG, KOMPASFLORES.COM — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyambut dengan hangat kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT yang baru, Roch Adi Wibowo, di ruang VIP Pemda Bandara El Tari, Kupang, Senin (27/10/2025) siang. Momen tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus simbol penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi NTT dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan […]

  • Gedung Baru Kantor Kemenag di Manggarai Timur Diresmikan Wakil Bupati Tarsisius Sjukur

    Gedung Baru Kantor Kemenag di Manggarai Timur Diresmikan Wakil Bupati Tarsisius Sjukur

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 99
    • 0Komentar

    BORONG, KOMPASFLORES.COM — Wakil Bupati Manggarai Timur Tarsisius Sjukur meresmikan gedung baru Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Timur, Kamis (19/1/2025). Peresmian berlangsung di Jalan D.I. Penjaitan, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong. Kegiatan diawali dengan penyambutan adat kepok curut dan tarian Tiba Meka, dilanjutkan misa peresmian yang dipimpin Romo Vikep Borong Simon Namo, Pr. Sejumlah pejabat […]

  • kepala Desa Golo Loni Mendapat Apresiasi Dari Masayarakat Terkait Suksenya Program Pembangunan Desa.

    kepala Desa Golo Loni Mendapat Apresiasi Dari Masayarakat Terkait Suksenya Program Pembangunan Desa.

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Manggarai Timur,Kompasflores.com-Kepala Desa Golo Loni,Yohanes B.Okalun mendapat apresiasi dari masyarakat terkait suksesnya pembangunan air minum dan jalan rabat yang di anggarkan pada tahun 2025 ini. Salah seorang warga berinisial SG (34),menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Kepala Desa Golo Loni yang sudah membangun jalan rabat dan air minum di desa. “Saya mengucapkan apresiasi dan terimakasih […]

  • Benediktus Samsu Pernah Di Periksa Polres Matim Terkait Dugaan Pengadaan Fiktif Serta Mark Up Harga Alat Dan Fasilitas Kesehatan Di RS Pratama Watu Nggong.

    Benediktus Samsu Pernah Di Periksa Polres Matim Terkait Dugaan Pengadaan Fiktif Serta Mark Up Harga Alat Dan Fasilitas Kesehatan Di RS Pratama Watu Nggong.

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Borong,Kompasflores.Com-Tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Manggarai Timur (Matim) telah memeriksa Benediktus Samsu selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Sakit (RS) Pratama Watu Nggong dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) dan fasilitas kesehatan (Faskes). PPK,Benediktus Samsu pernah diperiksa sebagai saksi dalam dugaan pengadaan fiktif serta mark-up harga alat dan fasilitas kesehatan di […]

expand_less