Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Peran Gereja dalam Menanggapi Maraknya Judi Online di Kalangan Remaja

Peran Gereja dalam Menanggapi Maraknya Judi Online di Kalangan Remaja

  • account_circle Irenius Putra
  • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
  • visibility 164
  • comment 0 komentar

Oleh: Firminus Randi Jemadu

Perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat bagi kehidupan manusia modern, khususnya dalam bidang komunikasi dan akses informasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, terselip persoalan serius yang kini semakin mengkhawatirkan, yakni maraknya praktik judi online yang dengan mudah diakses oleh siapa saja, termasuk remaja. Hanya bermodalkan telepon genggam dan koneksi internet, remaja dapat terjerumus dalam berbagai bentuk perjudian digital yang dikemas secara menarik dan seolah-olah tidak berbahaya.

Fenomena ini patut menjadi perhatian serius, khususnya bagi Gereja. Judi online tidak hanya berdampak pada kerugian ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek yang lebih dalam, yakni kesehatan mental, moral, relasi sosial, dan masa depan generasi muda. Remaja yang terjerumus dalam praktik judi online berisiko mengalami kecanduan, kehilangan kontrol diri, tekanan psikologis, masalah finansial, hingga konflik dalam keluarga. Ironisnya, keterlibatan mereka sering kali bukan karena niat jahat, melainkan akibat kurangnya pengawasan, pengaruh lingkungan pergaulan, serta godaan teknologi digital yang semakin bebas diakses.

Dalam konteks ini, Gereja sebagai lembaga rohani tidak boleh tinggal diam. Gereja dipanggil untuk hadir sebagai pembimbing, pendamping, dan pelindung generasi muda. Melalui pembinaan iman, khotbah, persekutuan remaja, seminar, serta kegiatan katekese, Gereja—baik Gereja Katolik maupun gereja-gereja lain yang tergabung dalam Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia—dapat menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, tanggung jawab, dan pengendalian diri. Judi online membentuk mental instan dan ketergantungan pada keberuntungan semu, sementara iman Kristiani mengajarkan usaha yang jujur, tanggung jawab personal, dan kepercayaan penuh kepada Tuhan.

Selain pembinaan rohani, Gereja juga dituntut untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Karena judi online menyebar melalui media digital, Gereja perlu aktif melakukan edukasi dan literasi digital terkait bahaya kecanduan judi online. Seminar, diskusi terbuka, serta pendampingan pastoral bagi remaja yang terdampak merupakan langkah konkret yang sangat dibutuhkan. Pendekatan yang penuh kasih, empati, dan tanpa stigma akan membuat remaja merasa diterima, dipahami, dan terdorong untuk berubah.

Lebih jauh, Gereja tidak dapat bekerja sendiri. Kerja sama dengan orang tua, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam menghadapi persoalan ini. Gereja dapat membekali orang tua dengan pemahaman tentang pengawasan penggunaan gawai serta mendorong terbentuknya komunitas remaja yang positif melalui kegiatan sosial, olahraga, seni, dan pelayanan. Dengan demikian, energi serta kreativitas remaja dapat disalurkan ke arah yang lebih konstruktif dan bermakna.

Pada akhirnya, peran Gereja bukan sekadar melarang praktik judi online, melainkan membentuk generasi muda yang kuat secara iman dan karakter. Gereja harus menjadi ruang yang aman, mendidik, dan membina, agar remaja tidak mencari pelarian dalam dunia judi online. Jika Gereja hadir secara aktif dan peduli, maka ia dapat menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan generasi muda dari dampak buruk perjudian online dan menuntun mereka menuju masa depan yang lebih bermartabat.

  • Penulis: Irenius Putra

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045

    Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle Irenius Putra
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Oleh: Pantaleon Harun Mahasiswa Semester II STIPAS St. Sirilus Ruteng Pendahuluan Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Selama ini, keberhasilan pendidikan sering kali diukur dari capaian akademik semata, seperti nilai ujian, peringkat kelas, atau prestasi lomba. Namun, realitas sosial menunjukkan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup untuk menjamin […]

  • Pejabat Pembuat Komitmen 3.1 Mengucapkan Hari Kemerdekan Indonesia Yang Ke-80.

    Pejabat Pembuat Komitmen 3.1 Mengucapkan Hari Kemerdekan Indonesia Yang Ke-80.

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 240
    • 0Komentar

    Labuan Bajo,Kompasflores.com-Momen 17 Agustus 2025 menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia, mengingat perjuangan dan pengorbanan yang telah diberikan para pahlawan bangsa. Mereka rela mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan dan kebebasan anak cucunya dari penjajahan. Perayaan hari ulang tahun RI ini dilakukan seluruh masyarakat di Nusantara dengan berbagai cara. Berbagai macam acara juga digelar di […]

  • Kecanduan Media Sosial dan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Kehidupan Iman Remaja

    Kecanduan Media Sosial dan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Kehidupan Iman Remaja

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle Irenius Putra
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Oleh: Yuliana Intani Bubut (Mahasiswa Semester II STIPAS St. Sirilus Ruteng) Di era digital dewasa ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Platform seperti Facebook dan TikTok tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga ruang interaksi dan sumber informasi. Namun, ketika penggunaannya tidak terkontrol, media sosial dapat berubah menjadi bentuk […]

  • Ketika Jalan Tak Lagi Menghubungkan: Potret Ketimpangan Infrastruktur di Manggarai Timur

    Ketika Jalan Tak Lagi Menghubungkan: Potret Ketimpangan Infrastruktur di Manggarai Timur

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle Irenius Putra
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Oleh: Yohanes S. Sion Pembangunan infrastruktur jalan seharusnya menjadi jembatan yang menghubungkan harapan masyarakat dengan kesejahteraan. Namun, realitas di Kabupaten Manggarai Timur menunjukkan hal yang sebaliknya: pembangunan jalan masih berjalan timpang, jauh dari rasa keadilan sosial yang dijanjikan negara. Pusat-pusat pembangunan cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan, khususnya di ibu kota kabupaten, Borong. Sementara itu, daerah-daerah […]

  • Bunuh Diri di Kalangan Remaja: Alarm bagi Kita Semua

    Bunuh Diri di Kalangan Remaja: Alarm bagi Kita Semua

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Oleh: Maria Nit Bunuh diri merupakan salah satu persoalan serius yang masih sering terjadi dalam kehidupan manusia hingga saat ini. Sayangnya, dalam beberapa kasus, tindakan ini seolah dianggap sebagai jalan keluar dari permasalahan hidup. Padahal, bunuh diri bukanlah solusi, melainkan tragedi yang meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat. Belakangan ini, saya memperoleh informasi […]

  • PPK Pastikan Kerusakan Beberapa Item Pengerjan Jalan Peti Kemas–Wae Kelambu Masih dalam Masa Pemeliharaan

    PPK Pastikan Kerusakan Beberapa Item Pengerjan Jalan Peti Kemas–Wae Kelambu Masih dalam Masa Pemeliharaan

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 599
    • 0Komentar

    LABUAN BAJO, KOMPASFLORES.COM – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari HRS Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) 3.1 PJN Wilayah III Provinsi NTT, Diana A. Takaeb, memastikan bahwa kerusakan pada ruas Jalan Peti Kemas–Wae Kelambu masih dalam masa pemeliharaan. Karena itu, seluruh perbaikan menjadi tanggung jawab pihak kontraktor pelaksana, yaitu PT Brantas Abipraya–WIN KSO. Menurut […]

expand_less