Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Remaja di Ujung Tanduk: Ketika Negara Absen dari Krisis Bunuh Diri

Remaja di Ujung Tanduk: Ketika Negara Absen dari Krisis Bunuh Diri

  • account_circle Irenius Putra
  • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
  • visibility 164
  • comment 0 komentar

Oleh: Alrelia Putri Bahagia

Krisis bunuh diri remaja bukan lagi sekadar isu kesehatan, melainkan tragedi kemanusiaan yang kian mengkhawatirkan. Angkanya terus meningkat dari tahun ke tahun, menjadi alarm keras bahwa ada yang keliru dalam sistem perlindungan sosial dan kesehatan mental di negeri ini. Negara, yang seharusnya hadir sebagai pelindung utama warganya—terutama generasi muda—justru tampak absen di tengah krisis yang semakin nyata.

Berdasarkan data yang bersumber dari Kepolisian Republik Indonesia melalui Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas), angka bunuh diri di Indonesia menunjukkan tren peningkatan tajam dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2020 tercatat lebih dari 640 kasus. Tahun 2021 sedikit menurun menjadi 629 kasus, namun kembali melonjak pada 2022 dengan kisaran 887 hingga 900 kasus. Situasi semakin memburuk pada 2023 dengan 1.288 kasus, lalu meningkat lagi pada 2024 menjadi 1.455 kasus. Bahkan pada 2025, hanya dalam rentang Januari hingga Mei, telah tercatat 594 kasus. Lonjakan lebih dari 60 persen dalam lima tahun ini bukan sekadar angka statistik—ia adalah potret kegagalan kolektif dalam melindungi remaja.

Salah satu faktor utama di balik krisis ini adalah lemahnya perhatian negara terhadap kesehatan mental remaja. Pemerintah tampak belum memilih langkah yang tepat dan serius untuk menangani persoalan ini. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta menunjukkan bahwa sekitar 90 persen kasus bunuh diri berkaitan erat dengan gangguan mental seperti depresi, kecemasan, dan perubahan suasana hati yang ekstrem. Temuan ini menegaskan bahwa bunuh diri bukan persoalan moral atau lemahnya iman semata, melainkan persoalan kesehatan yang membutuhkan intervensi sistemik.

Namun ironisnya, arah kebijakan negara masih lebih condong pada pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, sementara aspek kesehatan mental—terutama bagi remaja—terpinggirkan. Akses terhadap layanan psikologis masih terbatas, tenaga profesional tidak merata, dan program pencegahan bunuh diri belum menjadi prioritas nasional yang nyata.

Remaja adalah masa depan bangsa. Tetapi realitas yang mereka hadapi justru penuh tekanan: kesulitan ekonomi keluarga, tuntutan akademik yang tinggi, tekanan sosial di ruang digital, hingga pergulatan psikologis yang kerap dipendam sendirian. Di tengah situasi itu, kehadiran negara nyaris tak terasa. Perlindungan yang seharusnya mereka terima berubah menjadi kekosongan kebijakan dan minimnya keberpihakan.

Krisis bunuh diri remaja tidak bisa lagi diperlakukan sebagai persoalan individu atau urusan keluarga semata. Ini adalah masalah sosial yang kompleks dan mendesak. Negara wajib mengambil langkah konkret: memperluas akses layanan kesehatan mental, menyediakan program pencegahan bunuh diri yang terstruktur, serta membangun sistem pendampingan di sekolah dan komunitas. Kesadaran publik tentang pentingnya kesehatan mental juga harus ditingkatkan secara masif dan berkelanjutan.

Namun tanggung jawab ini tidak hanya berada di pundak negara. Masyarakat juga memiliki peran penting. Kepedulian terhadap remaja di sekitar kita—mendengar keluh kesah mereka, memahami tekanan yang mereka alami, dan menciptakan lingkungan yang aman secara emosional—adalah bagian dari upaya pencegahan yang tidak kalah penting.

Remaja kini berada di ujung tanduk, sementara negara kerap absen. Ini adalah panggilan moral bagi kita semua untuk bertindak. Kita tidak bisa lagi menunda atau menutup mata. Melindungi remaja berarti melindungi masa depan bangsa. Krisis ini harus dijawab dengan keseriusan, keberanian politik, dan empati kolektif—sekarang juga, sebelum lebih banyak nyawa muda hilang dalam diam.

  • Penulis: Irenius Putra

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Tanah TPA Warloka Naik ke Ranah Pidana, Ninong Thay Laporkan Dugaan Penipuan dan Dokumen Palsu ke Polisi

    Kasus Tanah TPA Warloka Naik ke Ranah Pidana, Ninong Thay Laporkan Dugaan Penipuan dan Dokumen Palsu ke Polisi

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 144
    • 0Komentar

    MANGGARAI BARAT, KOMPASFLORES.COM — Sengkarut kepemilikan lahan seluas kurang lebih 10.000 meter persegi di sekitar kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Warloka, Kecamatan Komodo, kini resmi memasuki babak hukum pidana. Ninong Agustinus Thay mengambil langkah tegas dengan melaporkan Fransiska Mian ke Polres Manggarai Barat atas dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen tanah, Senin (2/2/2026). Laporan tersebut telah […]

  • Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Generasi Muda di Nusa Tenggara Timur

    Pentingnya Pendidikan Karakter bagi Generasi Muda di Nusa Tenggara Timur

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Irenius Putra
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Oleh: Aprianto Suhardi Di tengah meningkatnya angka kriminalitas dan berbagai bentuk kekerasan asusila yang melibatkan generasi muda di Nusa Tenggara Timur, pendidikan karakter tidak lagi dapat dipandang sebagai pelengkap kurikulum semata. Pendidikan karakter kini menjadi kebutuhan mendesak demi menyelamatkan masa depan daerah. Maraknya kasus pengeroyokan akibat pengaruh minuman keras serta meningkatnya kerentanan remaja terhadap perilaku […]

  • Manggarai Timur NTT

    Tambang Tanpa Izin di Watu Mori: Dugaan Kejahatan Lingkungan di Balik Proyek Jalan Pemerintah

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Manggarai Timur, NTT – Bekas pengoperasian Alat berat mengeruk bebatuan dari Sungai Wae Laku. Itu terjadi di akhir tahun 2024. Tersembunyi praktik tambang yang diduga ilegal, berlangsung nyaris tanpa pengawasan selama bertahun-tahun. PT Menara Armada Pratama (MAP), sebuah perusahaan kontraktor besar yang mengoperasikan aktivitas galian C di Desa Watu Mori, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, […]

  • Kecanduan Media Sosial dan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Kehidupan Iman Remaja

    Kecanduan Media Sosial dan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Kehidupan Iman Remaja

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle Irenius Putra
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Oleh: Yuliana Intani Bubut (Mahasiswa Semester II STIPAS St. Sirilus Ruteng) Di era digital dewasa ini, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja. Platform seperti Facebook dan TikTok tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga ruang interaksi dan sumber informasi. Namun, ketika penggunaannya tidak terkontrol, media sosial dapat berubah menjadi bentuk […]

  • Mari Kita Lawan Orang-Orang Oligarki-Kapitalis Dan Monster Kleptokrat-Feodal, Dan Tolaklah Proyek Geothermal.

    Mari Kita Lawan Orang-Orang Oligarki-Kapitalis Dan Monster Kleptokrat-Feodal, Dan Tolaklah Proyek Geothermal.

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 370
    • 0Komentar

    Kompasflores.Com-Dalam ruang abstrak para pekerja tidak hanya menjadi korban kekerasan kaum kapitalis, tetapi juga oleh sesamanya. Seolah-olah kekerasan itu wajib dipraktikkan dan diwariskan. Kekerasan oleh para pekerja atas para pekerja yang lain memiliki motif yang jelas, dan masih mempertimbangkan dimensi kemanusiaan. Akan tetapi kekerasan oleh kaum kapitalis atas para pekerja tidak dimaksudkan untuk mematikan para […]

  • Kasus Tanah TPA Warloka Masuk Penyelidikan Aktif, Korban Apresiasi Gerak Cepat Polres Manggarai Barat

    Kasus Tanah TPA Warloka Masuk Penyelidikan Aktif, Korban Apresiasi Gerak Cepat Polres Manggarai Barat

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 137
    • 0Komentar

    MANGGARAI BARAT, KOMPASFLORES.COM — Penanganan laporan dugaan penipuan dan pemalsuan dokumen tanah di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Warloka kini memasuki tahap penyelidikan aktif. Korban menyampaikan apresiasi kepada Polres Manggarai Barat atas langkah cepat dan responsif dalam menindaklanjuti laporan pidana yang telah dilayangkan. Pada Selasa (3/2/2026), penyidik memanggil dan memeriksa saksi dari pihak pelapor untuk […]

expand_less