Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Aktivis GMNI NTT, Alvino Latu, Desak APH Usut Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi Wae Necak: “Petani Adalah Kaum Marhaen yang Dirugikan”

Aktivis GMNI NTT, Alvino Latu, Desak APH Usut Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi Wae Necak: “Petani Adalah Kaum Marhaen yang Dirugikan”

  • account_circle Arjuna Putra
  • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
  • visibility 639
  • comment 0 komentar

MANGGARAI TIMUR, KOMPASFLORES.COM–Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nusa Tenggara Timur, Alvino Latu, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengusut dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan jaringan irigasi Wae Necak di Desa Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.

Proyek dengan nilai kontrak Rp 1,732 miliar yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2024 itu dikerjakan oleh CV. Tulus Karya, di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Manggarai Timur.

Namun, hasil pantauan di lapangan menunjukkan adanya indikasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, terutama dalam penggunaan material pasir dan batu yang tidak melalui uji laboratorium sebagaimana diwajibkan.

Rakyat Kecil yang Menjadi Korban”

Kepada media ini, Alvino Latu menegaskan bahwa proyek irigasi yang dikerjakan asal-asalan telah merugikan masyarakat tani yang bergantung pada aliran air dari jaringan irigasi tersebut.

“Pembangunan irigasi seharusnya menjadi sarana meningkatkan kesejahteraan petani. Tapi kalau dikerjakan tanpa memperhatikan mutu, itu sama saja menipu rakyat kecil. Ini bentuk pengkhianatan terhadap kaum marhaen,” tegas Alvino, Sabtu (25/10/2025).

Menurutnya, irigasi bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan urat nadi ekonomi rakyat.

Ketika irigasi rusak karena kualitas pembangunan yang buruk, maka yang paling dirugikan adalah petani, kelompok masyarakat yang menjadi inti perjuangan Marhaenisme Bung Karno.

Desakan Pemeriksaan Terhadap Pihak Terkait

Aktivis GMNI NTT melalui Alvino Latu meminta agar Kejaksaan Negeri Manggarai segera memanggil dan memeriksa seluruh pihak yang terlibat dalam proyek tersebut, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor pelaksana, hingga konsultan pengawas.

“Kami mendesak APH bertindak cepat. Ini uang rakyat. Jika ada penyimpangan, harus ada pertanggungjawaban hukum. Jangan biarkan petani terus menjadi korban dari proyek yang dikerjakan asal-asalan,” ujar Alvino menambahkan.

Dasar Pergerakan: Pandangan Marhaenisme.

Lebih lanjut, Alvino menegaskan bahwa sikapnya sebagai aktivis GMNI NTT dalam isu ini berangkat dari semangat Marhaenisme, ideologi perjuangan yang diajarkan oleh Ir. Soekarno, yang menempatkan petani sebagai simbol kemandirian rakyat Indonesia.

“Marhaenisme mengajarkan bahwa pembangunan harus berpihak pada rakyat kecil. Kalau irigasi saja dibangun asal-asalan, itu artinya negara tidak serius menyejahterakan kaum tani yang menjadi tulang punggung bangsa,” jelasnya.

Menurut Alvino, proyek irigasi seperti Wae Necak mestinya menjadi instrumen pemberdayaan rakyat, bukan ladang korupsi atau keuntungan pribadi. Saya menilai bahwa bentuk-bentuk penyimpangan dalam pembangunan publik adalah cermin lemahnya pengawasan dan degradasi moral birokrasi.

Alvino Latu menegaskan bahwa sebagai aktivis GMNI akan terus mengawal kasus ini sebagai bagian dari tanggung jawab moral terhadap rakyat kecil.

“Keberpihakan sebagai aktivis GMNI tentu harus berdiri di barisan petani — kaum marhaen sejati. Kami akan terus bersuara agar pembangunan di Manggarai Timur benar-benar berpihak pada rakyat, bukan menjadi proyek formalitas tanpa manfaat,” pungkasnya.

  • Penulis: Arjuna Putra
  • Editor: Dion Damba

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Manggarai Timur Perkuat Kolaborasi dengan Astra, Dorong Akselerasi Mutu Pendidikan Daerah

    Pemkab Manggarai Timur Perkuat Kolaborasi dengan Astra, Dorong Akselerasi Mutu Pendidikan Daerah

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 137
    • 0Komentar

    MANGGARAI TIMUR, KOMPASFLORES.COM – Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, terus memperkuat kolaborasi strategis lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Terbaru, Pemkab Manggarai Timur menggelar audiensi bersama Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR), Selasa (10/2/2026), sebagai langkah konkret mempercepat transformasi pendidikan di daerah. Audiensi yang berlangsung di Aula Rapat Dinas Pendidikan, Pemuda, dan […]

  • Kepala Desa Bangka Kuleng DiLaporkan Ke APH Terkait Penyimpangan Penggunaaan Dana Desa.

    Kepala Desa Bangka Kuleng DiLaporkan Ke APH Terkait Penyimpangan Penggunaaan Dana Desa.

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Borong,Kompasflores.com- warga Desa Bangka Kuleng,Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim),NTT menyuarakan kekecewaan terhadap kinerja Kepala Desa,Marsel Mohon,Jumat,(08/08/2025) Pasalnya,Mereka menilai banyak Polemiik terkait pengerjaan lapisan penetrasi (Lapen) di Dusun Laci, Desa Bangka Kuleng,kecamatan Lamba Leda selatan terus bergulir. Setelah warga mempersoalkan ketidaksesuaian mutu dan kualitas pengerjaan. Pantauan media ini di lapangan,Lapen yang dibiayai dari […]

  • Publik Desak Kejari Periksa PPK Terkait PHO Irigasi Wae Necak

    Publik Desak Kejari Periksa PPK Terkait PHO Irigasi Wae Necak

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 771
    • 0Komentar

    MANGGARAI TIMUR,KOMPASFLORES.COM – Sejumlah pihak mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai untuk memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek jaringan irigasi Wae Necak di Desa Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Desakan tersebut muncul setelah diketahui bahwa PPK telah melakukan Provisional Hand Over (PHO) atau serah terima pertama pekerjaan pada akhir Desember 2024, sementara proyek […]

  • Gubernur NTT Sambut Hangat Kajati Baru, Tekankan Sinergi Penegakan Hukum dan Pembangunan

    Gubernur NTT Sambut Hangat Kajati Baru, Tekankan Sinergi Penegakan Hukum dan Pembangunan

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 548
    • 0Komentar

    KUPANG, KOMPASFLORES.COM — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyambut dengan hangat kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT yang baru, Roch Adi Wibowo, di ruang VIP Pemda Bandara El Tari, Kupang, Senin (27/10/2025) siang. Momen tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus simbol penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi NTT dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan […]

  • Jurnalis Di Manggarai Polisikan Pelaku Penganiayaan, Polsek Reo Didesak Segera Bertindak

    Jurnalis Di Manggarai Polisikan Pelaku Penganiayaan, Polsek Reo Didesak Segera Bertindak

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Arjuna Putra
    • visibility 322
    • 0Komentar

    MANGGARAI, KOMPASFLORES.COM — Seorang jurnalis asal Manggarai Raya, Dion Damba, resmi melaporkan seorang warga bernama Ahmad ke Polsek Reo setelah menjadi korban tindak penganiayaan saat menghadiri sebuah pesta di Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Senin malam (10/11/2025). Insiden bermula ketika Dion tengah berkaraoke bersama sejumlah tamu undangan. Tanpa […]

  • Polres Manggarai Timur:  Kami Tegaskan Komitmen  Proses Hukum Dugaan Korupsi Dana Desa Golo Nimbung

    Polres Manggarai Timur: Kami Tegaskan Komitmen Proses Hukum Dugaan Korupsi Dana Desa Golo Nimbung

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 628
    • 0Komentar

      MANGGARAI TIMUR, KOMPASFLORES.COM – Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan proses hukum atas dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) Golo Nimbung yang melibatkan mantan Kepala Desa Fransiskus Salesman. Kasus dugaan korupsi yang terjadi sejak tahun 2018 hingga 2023 itu kini menjadi sorotan publik. Polres Manggarai Timur memastikan […]

expand_less