Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Proyek Rabat Beton dan Jalan Tani di Desa Poco Ri’i Diduga Menyimpang, Warga Desak Aparat Penegak Hukum Turun Tangan

Proyek Rabat Beton dan Jalan Tani di Desa Poco Ri’i Diduga Menyimpang, Warga Desak Aparat Penegak Hukum Turun Tangan

  • account_circle Dion Damba
  • calendar_month Jum, 5 Des 2025
  • visibility 246
  • comment 0 komentar

BORONG, KOMPASFLORES.COM — Pelaksanaan proyek rabat beton dan pembukaan jalan tani di Desa Poco Ri’i, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, yang dibiayai melalui Dana Desa (DD) tahun anggaran 2023, 2024, dan 2025, kembali menuai kritik dari warga. Sejumlah temuan di lapangan memunculkan dugaan kuat bahwa proyek tersebut tidak dikerjakan sesuai ketentuan teknis maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

Seorang warga Desa Poco Ri’i yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan bahwa ada ketidaksesuaian signifikan antara dokumen perencanaan dan kondisi pekerjaan di lapangan. Ia menyebut temuan itu telah diperkuat dengan berbagai dokumentasi dan bukti yang dihimpun warga pada Jumat (5/12/2025).

 

Menurut warga tersebut, mutu pekerjaan dan material yang digunakan jauh dari standar yang seharusnya. Ia menilai pelaksana proyek mengerjakan rabat beton secara asal-asalan, sehingga berpotensi merugikan masyarakat.

“Pembangunan rabat beton di Desa Poco Ri’i ini kami temukan adanya kejanggalan, terutama terkait dugaan penurunan mutu beton oleh penyedia material serta penggunaan batu pecah yang tidak sesuai petunjuk teknis. Ini jelas akan berdampak terhadap kualitas jalan yang dibangun, sehingga tidak salah kalau pekerjaan rabat tahun 2023 dan 2024 banyak yang rusak dan retak. Bahkan, pekerjaan rabat tahun 2025 diduga kuat tidak menggunakan batu pecah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pelaksanaan proyek jalan tani yang menurutnya tidak memenuhi standar.

“Aneh Om, mana bisa lebar jalan hanya 2 meter, lalu kerjanya dilakukan secara borongan. Pekerjaan jalan tani itu diborong 10 juta per 100 meter. Padahal sudah jelas bahwa dana desa tidak bisa dikerjakan secara borongan,” ujarnya dengan nada kesal.

Lebih jauh, ia menduga terdapat praktik mark-up anggaran serta keterlibatan oknum perangkat desa dalam proses manipulasi pelaksanaan proyek.

“Berdasarkan hasil pantauan kami, pembangunan rabat beton dan pembukaan jalan tani ini terkesan dimanipulasi dan tidak dilakukan secara transparan. Ada dugaan konspirasi antara oknum Kepala Desa dengan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK),” tambahnya.

Ia juga mempertanyakan tidak adanya papan informasi pekerjaan pada hampir seluruh kegiatan fisik di desa tersebut.

“Kami tidak tahu besaran anggarannya Om, sehingga kami tidak tahu pagu anggaran setiap item pekerjaan. Padahal sudah ada undang-undang terkait keterbukaan informasi publik,” ungkapnya.

Menurut dia, lemahnya pengawasan dari pemerintah kecamatan, pendamping desa, hingga inspektorat daerah, turut memperburuk kualitas pengelolaan proyek.

Di sisi lain, Kepala Desa Poco Ri’i, Paul, tidak merespons saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa terkait berbagai tudingan tersebut.

Warga tersebut juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan mengusut dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa.

“Saya mendesak agar Kapolres Matim dan Kejari Manggarai segera panggil Kepala Desa Poco Ri’i terkait dugaan penyimpangan penggunaan dana desa Poco Ri’i,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik, serta mengingatkan bahwa kontrol sosial dari warga dan media merupakan bagian penting dari pelaksanaan pemerintahan desa.

“Pengawasan publik dan media adalah bagian dari kontrol sosial yang sah. Kami akan terus memantau agar Dana Desa digunakan sesuai peruntukannya, demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

  • Penulis: Dion Damba
  • Editor: Arjuna Putra

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lewat LPKBJJ dan OSMB, UT Kupang Siapkan Mahasiswa Baru Hadapi Sistem Pendidikan Terbuka

    Lewat LPKBJJ dan OSMB, UT Kupang Siapkan Mahasiswa Baru Hadapi Sistem Pendidikan Terbuka

    • calendar_month Jum, 12 Sep 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 258
    • 0Komentar

    BORONG, KOMPASFLORES.COM – Universitas Terbuka (UT) Kupang melalui Sentra Layanan UT (SALUT) Dewantara Borong kembali menyelenggarakan kegiatan Layanan Pendukung Kegiatan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) dan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) selama dua hari, mulai Sabtu (6/9/2025) hingga Minggu (7/9/2025). Kegiatan ini menjadi agenda wajib bagi mahasiswa baru UT, termasuk yang berdomisili di Kabupaten Manggarai Timur. […]

  • Golo Loni Menjadi Salah Satu Tempat Pariwisata Yang Sangat Di Minati Bagi Para Pengunjung.

    Golo Loni Menjadi Salah Satu Tempat Pariwisata Yang Sangat Di Minati Bagi Para Pengunjung.

    • calendar_month Sen, 4 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Manggarai Timur,Kompasflores.com-Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur,NTT kini menjadi salah satu tempat pariwisata baru bagi wisatawan Lokal maupun mancanegara. Lokasi pariwisata ini terletak di jalur strategis Trans Flores, desa ini menawarkan berbagai destinasi wisata menarik yang membuatnya semakin diminati para pengunjung. Selain Labuan Bajo yang lebih dulu dikenal sebagai destinasi super premium,kini […]

  • Aktivis (LP-KPK) Mendesak APH Segera Periksa Irigasi Wae Necak Yang Di Duga Tidak Sesuai Spesifikasi

    Aktivis (LP-KPK) Mendesak APH Segera Periksa Irigasi Wae Necak Yang Di Duga Tidak Sesuai Spesifikasi

    • calendar_month Sab, 28 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Borong,Kompasflores.Com-Stefanus Woket, aktivis Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK), Nusa Tenggara Timur (NTT),mendesak Aparat Penagak Hukum (APH) untuk segera periksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Kontraktor pelaksana terkait irigasi Wae Necak yang di duga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi dan petunjuk teknis. “Saya mendesak agar Polres Manggarai Timur dan Kejaksaan Negeri Manggarai segera memanggil kontraktor […]

  • Direktur CV Sani Medika Jaya Dihukum 4,6 Tahun Atas Perkara Korupsi Anggaran Alkes Rp 9,6 M

    Direktur CV Sani Medika Jaya Dihukum 4,6 Tahun Atas Perkara Korupsi Anggaran Alkes Rp 9,6 M

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Ambon,Kompasflores.Com-Direktur CV Sani Medika Jaya, Atok Suwarto, divonis empat tahun dan enam bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon.  Dilansir dari Tribun Ambon.Com,Atok Suwarto merupakan terdakwa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes), di Dinas Kesehatan Kabupaten Buru, Tahun 2021, yang berasal dari anggaran senilai Rp. 9.618.000.000.  Atok diproses bersama dengan […]

  • Maxi Agri Tingkatkan Pendampingan Teknis, Petani Manggarai Timur Dapat Edukasi Penggunaan Superfos

    Maxi Agri Tingkatkan Pendampingan Teknis, Petani Manggarai Timur Dapat Edukasi Penggunaan Superfos

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Irenius Putra
    • visibility 231
    • 0Komentar

    MANGGARI TIMUR, KOMPASFLORES .COM — Upaya penguatan kapasitas petani terus dilakukan perusahaan agribisnis Maxi Agri melalui pendampingan teknis langsung di lapangan. Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah pendampingan penyemprotan Superfos, yang dilakukan oleh perwakilan Maxi Agri, Masten Roman, di lahan pertanian Desa Nanga Labang, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (02/12/2025) […]

  • Polemik Sebidang Tanah Disekitaran TPA Warloka: Mantan Kades dan Keluarga Lani Disoroti, Pihak Pembeli Desak Penegakan Hukum

    Polemik Sebidang Tanah Disekitaran TPA Warloka: Mantan Kades dan Keluarga Lani Disoroti, Pihak Pembeli Desak Penegakan Hukum

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 374
    • 0Komentar

    MANGGARAI BARAT, KOMPASFLORES.COM – Polemik sebidang tanah di sekitar kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Warloka kembali mengemuka dan menyeret dua figur yang kini berada di pusat perhatian publik: mantan Kepala Desa Abdola dan keluarga Lani. Di tengah silang klaim yang saling bertentangan, seorang warga bernama Ninong Agustinus Thay memecah kebisuan dengan membeberkan kronologi yang selama […]

expand_less