Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Kapolres Suryanto Pindah Tugas, Galian C Ilegal Milik Langga Putra Kembali Dibuka; Benarkah Ada Permainan APH?

Kapolres Suryanto Pindah Tugas, Galian C Ilegal Milik Langga Putra Kembali Dibuka; Benarkah Ada Permainan APH?

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
  • visibility 268
  • comment 0 komentar

MANGGARAI TIMUR ,Kompasflores.com-Setelah sempat ditutup karena dinilai ilegal dan meresahkan warga, aktivitas tambang galian C milik CV Langga Putra di hulu Kali Wae Bobo, Kecamatan Borong, kini kembali dibuka.

Ironisnya, pembukaan tambang tersebut terjadi tak lama setelah Kapolres Manggarai Timur sebelumnya, AKBP Suryanto, resmi berpindah tugas.

Warga pun mulai mempertanyakan: apakah ada permainan aktor penegak hukum (APH) di balik dibukanya kembali aktivitas yang jelas-jelas pernah ditutup karena tidak memiliki izin dan membahayakan lingkungan?

“Sewaktu Pak Suryanto masih menjabat, tambang ini ditutup karena tidak ada izin dan banyak merusak. Tapi sekarang, baru saja beliau pindah, alat berat sudah masuk lagi, bahkan lebih banyak dari sebelumnya,” ujar YD, warga yang tinggal di sekitar lokasi.

Sungai Tercemar, Tanaman Rusak

Dampak dari aktivitas tambang itu sudah mulai dirasakan. Sungai Wae Bobo, yang selama ini menjadi sumber air utama bagi warga, kini berubah warna, berminyak dan menimbulkan bau menyengat. Beberapa petani mengeluhkan penurunan hasil pertanian akibat air yang tercemar.

“Kami tidak bisa lagi pakai air sungai untuk sawah. Tanaman jadi kuning dan layu. Kami takut gagal panen,” keluh Siti, seorang petani.

Diduga Tak Kantongi Izin, Tapi Dibiarkan

Hasil investigasi Media ini mengindikasikan bahwa CV Langga Putra tidak mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) maupun dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal).

Namun, aktivitas di lapangan tampak berlangsung bebas dan terang-terangan, lengkap dengan alat berat dan lokasi pemrosesan material batu seperti batu pecah dan abu batu.

“Sudah lama jalan, Pak. Ini batu-batunya nanti untuk proyek-proyek bangunan,” kata seorang pekerja yang ditemui di lokasi.

Sebelumnya, Kapolres Matim AKBP Suryanto secara tegas menutup aktivitas tambang tersebut karena dinilai membahayakan lingkungan dan masyarakat sekitar. Namun pasca kepindahannya, semua kembali berjalan seperti semula, bahkan lebih luas dan massif.

Kecurigaan Menguat: Ada yang Lindungi?

Muncul kecurigaan dari masyarakat bahwa ada perlindungan dari oknum aparat atau pejabat tertentu, yang memungkinkan CV Langga Putra kembali beroperasi meski belum mengantongi izin resmi. Masyarakat pun menuntut ketegasan Kapolres Matim yang baru untuk tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum.

“Jangan sampai masyarakat melihat hukum hanya tegas kepada rakyat kecil, tapi diam terhadap pengusaha besar. Kalau memang ilegal, kenapa dibiarkan? Siapa yang bermain di belakang?” tanya seorang tokoh masyarakat yang ikut memantau perkembangan kasus ini.

Media ini sudah mengirimkan pesan konfirmasi kepada Direktur CV Langga Putra, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan.

Desakan Masyarakat: Tutup Kembali Tambang!

Masyarakat Borong dan sekitarnya kini mulai menyusun petisi dan rencana aksi untuk mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum menutup kembali tambang tersebut. Mereka berharap, polisi tidak tunduk pada tekanan atau kepentingan bisnis, tetapi berdiri di pihak masyarakat dan lingkungan.

“Kami hanya ingin hidup tenang, punya air bersih, dan lahan subur. Kalau semua rusak karena tambang, lalu kami harus hidup dari apa?” tutup Dedi dengan nada penuh kecewa.

 

penulis : Dion Damba

Penulis

Dari Flores Untuk Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pulau Flores

    Krisis Perhatian: Sebab Pokok Krisis Pembebasan

    • calendar_month Sen, 16 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

      Melki Deni, S. Fil Alumnus Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (Sekarang, Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif) Ledalero, NTT, dan sedang belajar teologi di Universidad Pontificia Comillas, Madrid, Spanyol.   Saat ini krisis perhatian kemanusiaan sebagian besar terkait dengan penggunaan ponsel pintar yang berlebihan dan kecanduan online di ruang digital. Di ruang ini, mata dengan cepat […]

  • AKM Menduga Skandal Proyek Pulau Padar Sarat Dengan Konflik Kepentingan

    AKM Menduga Skandal Proyek Pulau Padar Sarat Dengan Konflik Kepentingan

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 436
    • 0Komentar

    LABUAN BAJO, KOMPASFLORES – Polemik pembangunan komersial berskala raksasa di Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, kian menuai gelombang penolakan. Aliansi Komodo Memanggil (AKM) menuding proyek yang digarap PT.KWE merupakan bentuk nyata praktik monopoli bisnis, ketidakadilan agraria, dan kebijakan yang berpihak pada segelintir elit ekonomi. Rencana pembangunan itu bukan proyek kecil. Dokumen yang beredar menunjukkan […]

  • Direktur CV Sani Medika Jaya Dihukum 4,6 Tahun Atas Perkara Korupsi Anggaran Alkes Rp 9,6 M

    Direktur CV Sani Medika Jaya Dihukum 4,6 Tahun Atas Perkara Korupsi Anggaran Alkes Rp 9,6 M

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Ambon,Kompasflores.Com-Direktur CV Sani Medika Jaya, Atok Suwarto, divonis empat tahun dan enam bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon.  Dilansir dari Tribun Ambon.Com,Atok Suwarto merupakan terdakwa dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes), di Dinas Kesehatan Kabupaten Buru, Tahun 2021, yang berasal dari anggaran senilai Rp. 9.618.000.000.  Atok diproses bersama dengan […]

  • Dokumen hasil Rapat Forkopimda Plus di Manggarai Barat: Produk Ketakutan Negara Terhadap Kebebasan Pers

    Dokumen hasil Rapat Forkopimda Plus di Manggarai Barat: Produk Ketakutan Negara Terhadap Kebebasan Pers

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 269
    • 0Komentar

    KOMPASFLORES.COM–Manggarai Barat sedang melangkah mundur secara perlahan, kembali ke masa ketika kebenaran tidak lahir dari fakta, melainkan ditentukan sepihak oleh mereka yang berkuasa. Dokumen hasil Rapat Forkopimda Plus yang kini beredar luas menjadi penanda terang dari kemunduran itu—sebuah produk birokrasi yang secara telanjang mempertontonkan ketakutan negara terhadap kebebasan pers. Dalam dokumen tersebut, media dan pers […]

  • Polres Matim Panggil Kades Bangka Kuleng Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa.

    Polres Matim Panggil Kades Bangka Kuleng Terkait Dugaan Korupsi Dana Desa.

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Borong,Kompasflores.com-Dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa mengguncang Desa Bangka Kuleng, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim),NTT. Kepolisian Resor Manggarai Timur, melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim, resmi membuka penyelidikan atas kasus ini setelah menerima laporan dari masyarakat Desa Bangka Kuleng. Penyelidikan tersebut dimulai berdasarkan surat pengaduan warga Desa Bangka Kuleng beberapa bulan […]

  • Anggota Cemara Pante Bongkar Dugaan Rekayasa Bagi Hasil, Desak Dinas Perikanan dan APH Bertindak

    Anggota Cemara Pante Bongkar Dugaan Rekayasa Bagi Hasil, Desak Dinas Perikanan dan APH Bertindak

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 600
    • 0Komentar

    MANGGARAI TIMUR, KOMPASFLORES.COM – Menanggapi pernyataan Ketua Kelompok Cemara Pante, Bernabas Raba, yang dimuat oleh salah satu media pada edisi Jumat (24/10/2025), sejumlah anggota kelompok akhirnya angkat suara. Dalam pemberitaan kasus penjualan perahu penangkap ikan bantuan kelompok cemara pente, kecamatan lamba leda utara, Bernabas membantah tudingan telah menjual kapal bantuan dari Dinas Perikanan Kabupaten Manggarai […]

expand_less