Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Aktivis LP-KPK NTT Desak APH Periksa PPK dan Kontraktor Terkait Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi Wae Necak

Aktivis LP-KPK NTT Desak APH Periksa PPK dan Kontraktor Terkait Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi Wae Necak

  • account_circle Dion Damba
  • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
  • visibility 541
  • comment 0 komentar

Borong, Kompasflores.com – Stefanus Woket, aktivis Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Nusa Tenggara Timur (NTT), mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera memeriksa Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan kontraktor pelaksana proyek pembangunan jaringan irigasi Wae Necak di Kabupaten Manggarai Timur. Proyek tersebut diduga kuat dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi dan petunjuk teknis.

“Saya mendesak agar Polres Manggarai Timur dan Kejaksaan Negeri Manggarai segera memanggil kontraktor pelaksana dan PPK terkait pekerjaan irigasi Wae Necak. Ini masalah yang luar biasa,” tegas Stefanus Woket kepada Kompasflores.com, Sabtu (28/6/2025).

Menurut Stefanus, pembangunan jaringan irigasi seharusnya menjadi upaya sistematis untuk memperbaiki kondisi pertanian masyarakat. Namun, lemahnya pengawasan menyebabkan hasil pekerjaan tidak sesuai dengan harapan.

“Irigasi ini sangat penting bagi petani sawah. Jangan sampai karena kurangnya pengawasan dan pekerjaan yang asal-asalan, hasil pembangunan jaringan irigasi Wae Necak justru merugikan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kontraktor diduga menggunakan material ilegal berupa pasir cadas dari Bea Lalang.

“Kalau sudah ditemukan penggunaan material ilegal, itu sudah bisa menjadi pintu masuk bagi aparat penegak hukum — baik Kejaksaan Negeri Manggarai maupun Polres Manggarai Timur — untuk mengusut kasus ini lebih jauh,” kata Stefanus menegaskan.

Aktivis LP-KPK itu juga mengingatkan agar penegak hukum tidak lamban dalam menangani dugaan penyimpangan proyek yang berpotensi merugikan keuangan negara.

“Penyidik Kejaksaan Manggarai dan Polres Matim harus bergerak cepat. Bukti awal sudah cukup kuat untuk mengusut tuntas kasus irigasi Wae Necak ini,” tandasnya.

Stefanus berharap, Kejari Manggarai dan Polres Manggarai Timur tidak main-main dalam menangani persoalan tersebut.

Proyek Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

Sebelumnya, media ini telah memberitakan bahwa proyek pembangunan jaringan irigasi Wae Necak di Desa Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.

Proyek yang dikerjakan oleh CV. Tulus Karya tersebut bersumber dari dana APBD Tahun Anggaran 2024 dengan nilai kontrak Rp1.732.729.900 dan waktu pelaksanaan 150 hari kalender. Proyek ini berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur.

Pantauan di lapangan menunjukkan, pekerjaan irigasi tidak memperhatikan mutu dan kualitas bangunan. Material yang digunakan tidak sesuai prosedur maupun hasil uji laboratorium sebagaimana direkomendasikan oleh Dinas PUPR.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengaku, material proyek diambil dari sekitar lokasi pekerjaan.

“Pasirnya diambil di Bea Lalang, sementara batu diambil dari sekitar area irigasi,” ungkapnya.

Warga tersebut juga menyebutkan bahwa para pekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) saat bekerja.

“Kami tidak melihat mereka memakai rompi, helm, atau sarung tangan. Mereka kerja tanpa perlengkapan keselamatan,” katanya.

Selain itu, proses pencampuran material dilakukan secara manual tanpa menggunakan molen.

“Mereka campur semen dan pasir pakai tenaga manusia, bukan molen,” tambahnya.

Media ini juga belum memperoleh kejelasan mengenai keberadaan tenaga ahli dalam proyek tersebut. Menurut warga, pengawas pekerjaan justru berasal dari Desa Compang Necak.

Sementara itu, upaya konfirmasi kepada PLT Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Endik Mbembok, melalui PPK Gon Jehatu via WhatsApp tidak mendapatkan respons. Hal yang sama juga terjadi saat media ini menghubungi kontraktor pelaksana pada Rabu (18/6/2025).

Diketahui, beberapa bulan lalu Kejaksaan Negeri Manggarai sempat meninjau langsung lokasi proyek irigasi Wae Necak. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti tujuan dan hasil dari kunjungan tersebut.

 

 

 

  • Penulis: Dion Damba
  • Editor: Arjuna Putra

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala sekolah SMAN 2 Kota Komba Diduga Korupsi Dana Bos.

    Kepala sekolah SMAN 2 Kota Komba Diduga Korupsi Dana Bos.

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Borong,Kompasflores.com-Kepala sekolah SMAN 2 Kota Komba,Kecamatan Kota Komba,Kabupaten Manggarai Timur,NTT diduga tidak transparan dalam penggunaan dana Bos,sehingga di sinyalir oknum kepala sekolah dalam menggunakan uang negara itu tertutup. Penyimpangan dana bos di sekolah nampaknya sudah bukan rahasia umum lagi, lantaran minimnya pemahaman pejabat atas keterbukaan informasi publik. Dalam pantauan wartawan,selain tidak membuat papan informasi tentang […]

  • Progres Capai 99 Persen, Jalan Akses Pelabuhan Wae Kelambu Siap Rampung Akhir 2025

    Progres Capai 99 Persen, Jalan Akses Pelabuhan Wae Kelambu Siap Rampung Akhir 2025

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 526
    • 0Komentar

    LABUAN BAJO, KOMPASFLORES.COM– Pekerjaan perbaikan alinyemen pada jalan akses menuju Pelabuhan Multipurpose Peti Kemas Wae Kelambu di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini hampir rampung sepenuhnya. Berdasarkan data terkini, progres fisik proyek di lapangan telah mencapai 99 persen dan ditargetkan selesai pada Desember 2025. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari HRS Dinas Pekerjaan Umum […]

  • Jalan Akses Peti Kemas Wae Kelambu Hampir Tuntas,Pelaku Pariwisata Memberi Apresiasi.

    Jalan Akses Peti Kemas Wae Kelambu Hampir Tuntas,Pelaku Pariwisata Memberi Apresiasi.

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 475
    • 0Komentar

    Labuan Bajo, Kompasflores.com.– Pekerjaan jalan akses menuju Pelabuhan Multipurpose Peti Kemas Wae Kelambu di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini hampir rampung. Hingga minggu ke-44 pelaksanaan, yakni periode 5–11 September 2025, progres fisik proyek tersebut telah mencapai 98,387 persen dan ditargetkan tuntas pada Desember 2025. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Diana A. Takaep mengatakan […]

  • Dua Tersangka Baru Resmi Ditetapkan Kejari Manggarai dalam Dugaan Korupsi Proyek CSSD–Laundry RSUD Ben Mboi Ruteng

    Dua Tersangka Baru Resmi Ditetapkan Kejari Manggarai dalam Dugaan Korupsi Proyek CSSD–Laundry RSUD Ben Mboi Ruteng

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 349
    • 0Komentar

    MANGGARAI, KOMPASFLORES.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai kembali menetapkan dua tersangka baru dalam dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan Central Sterile Supply Department (CSSD) dan instalasi Laundry pada RSUD dr. Ben Mboi Ruteng Tahun Anggaran 2020, pada Jumat(12/05/2025). Penetapan tersangka dilakukan setelah Tim Penyidik Pidana Khusus menemukan bukti permulaan yang cukup terkait dugaan perbuatan melawan […]

  • Direktur Utama PT Brantas Abipraya – WIN KSO Sampaikan Ucapan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

    Direktur Utama PT Brantas Abipraya – WIN KSO Sampaikan Ucapan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 221
    • 0Komentar

      KOMPASFLORES.COM — Direktur Utama PT Brantas Abipraya – WIN KSO, Sugeng Rochadi, menyampaikan ucapan selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh jajaran umat Katolik serta seluruh masyarakat Indonesia. Dalam pesan resminya, Sugeng Rochadi menyampaikan harapan agar perayaan Natal menjadi momentum membawa damai, sukacita, dan semangat baru bagi semua yang merayakan. Ia juga […]

  • Aktivis GMNI NTT, Alvino Latu, Desak APH Usut Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi Wae Necak: “Petani Adalah Kaum Marhaen yang Dirugikan”

    Aktivis GMNI NTT, Alvino Latu, Desak APH Usut Dugaan Penyimpangan Proyek Irigasi Wae Necak: “Petani Adalah Kaum Marhaen yang Dirugikan”

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Arjuna Putra
    • visibility 638
    • 0Komentar

    MANGGARAI TIMUR, KOMPASFLORES.COM–Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Nusa Tenggara Timur, Alvino Latu, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengusut dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan jaringan irigasi Wae Necak di Desa Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur. Proyek dengan nilai kontrak Rp 1,732 miliar yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2024 itu […]

expand_less