Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Benediktus Samsu Pernah Di Periksa Polres Matim Terkait Dugaan Pengadaan Fiktif Serta Mark Up Harga Alat Dan Fasilitas Kesehatan Di RS Pratama Watu Nggong.

Benediktus Samsu Pernah Di Periksa Polres Matim Terkait Dugaan Pengadaan Fiktif Serta Mark Up Harga Alat Dan Fasilitas Kesehatan Di RS Pratama Watu Nggong.

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
  • visibility 299
  • comment 0 komentar

Borong,Kompasflores.Com-Tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Manggarai Timur (Matim) telah memeriksa Benediktus Samsu selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Sakit (RS) Pratama Watu Nggong dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) dan fasilitas kesehatan (Faskes).

PPK,Benediktus Samsu pernah diperiksa sebagai saksi dalam dugaan pengadaan fiktif serta mark-up harga alat dan fasilitas kesehatan di RS Pratama Watu Nggong. Namun hingga saat ini, Unit Tipikor Polres Manggarai Timur belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait perkembangan kasus tersebut.

Mantan Kasat Reskrim Polres Manggarai Timur, IPTU Ilham Gesta Rahman, pada September 2024 lalu pernah menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa sejumlah pihak yang terlibat dalam dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di rumah sakit tersebut. Selain itu, ia bersama anggotanya juga melakukan pengecekan langsung ke lokasi RS Pratama Watu Nggong untuk memastikan alat kesehatan yang ada.

Meski demikian, hingga kini belum ada perkembangan signifikan yang diumumkan ke publik terkait penanganan kasus ini.

Dilansir Media Suaraburuh.Com,dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) dan sarana prasarana di Rumah Sakit atau RS Pratama Watu Nggong di Kabupaten Manggarai Timur (Matim) NTT terendus di publik.

Hal ini mencuat di permukaan publik Matim setelah adanya dugaan penyimpangan data laporan dengan bukti fisik di lapangan yang ditelusuri tim investigasi belakangan ini.

Bahkan yang ditemukan tim investigasi adanya mark up harga barang hingga 50 persen bahkan laporannya fiktif, di mana jumlah barang dalam laporan tidak sesuai dengan bukti fisik di lapangan

Adapun periode pengadaan Alkes dan Fasilitas Kesehatan (Faskes) di RS Pratama Watu Nggong terjadi sejak tahun 2021 hingga 2023.

Berdasarkan hasil investigasi tim beberapa Faskes yang diadakan RS tersebut terjadi pada tahun 2023, seperti Gorden Anti Darah di ruang bersalin 1 dengan harga sebesar Rp 7 Juta dan ruang bersalin 2 dengan harga Rp 25,9 juta.

Selain itu, Gorden Anti Darah di Ruang IGD yang pengadaannya terjadi pada tahun 2023 seharga Rp 18 juta.

Fakta di lapangan menunjukkan barang dibelanjakan tersebut nihil.

Direktur Utama Rumah Sakit Pratama Watu Nggong Dr. Maria Figliana saat dikonfirmasi

mengatakan bahwa pihaknya baru melakukan pengadaan gorden pada Tahun 2024 bukan 2023

Ia juga menjelaskan bahwa jumlah ruangan bersalin yang ada di Rumah Sakit Pratama Watu Nggong cuma satu yang saat ini kondisi kain gordennya belum dipasang.

“Hanya 1 Ruangan bersalin. Pengadaan gorden anti darah baru 2024,” kata Nensi.

Dari penjelasan Dr. Maria dapat disimpulkan bahwa terdapat perbelanjaan fiktif pada Tahun 2023 karena Rumah sakit Pratama watu Nggong baru melakukan pengadaan pada Tahun 2024.

Kami juga mendapatkan data fiktif belanja Alkes pada tahun 2021 yakni tempat tidur dewasa sebanyak 35 unit seharga Rp24.888.000,00/unit dan tempat tidur anak seharga Rp24.523.000,00 sebanyak 15 bermerek robust.

Dalam pengakuan Maria, total keseluruhan jumlah tempat tidur anak dan dewasa berjumlah 30 unit, dengan rincian 8 tempat tidur anak dan 22 unit tempat tidur dewasa.

Penjelasan Maria merujuk pada fakta bahwa terdapat 20 unit belanja fiktif tempat tidur dewasa dan anak-anak yang harganya mencapai puluhan juta rupiah.

Dari data tersebut, total belanja aset untuk Rumah Sakit Pratama Watu Nggong sejak 2021 hingga 2023 senilai Rp16.125.605.615,00.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK),Benediktus Samsu saat di konfirmasi media ini terkait persoalan tersebut via WhatsApp Minggu,(29/06/2025) enggan di respon dan sepertinya masa bodoh.

Penulis :Dion Damba

Penulis

Dari Flores Untuk Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadis Perternakan Kabupaten Manggarai Ingatkan Masyarakat Bahaya Rabies.

    Kadis Perternakan Kabupaten Manggarai Ingatkan Masyarakat Bahaya Rabies.

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Balsy Jegaut
    • visibility 376
    • 0Komentar

    BORONG, KOMPASFLORES.COM – Kabupaten Manggarai, Profinsi Nusa Tenggara Timur,kini berada dalam status siaga rabies. Pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan memastikan stok vaksin rabies untuk Hewan Penular Rabies (HPR) masih mencukupi. Hingga bulan Agustus 2025, tersedia sebanyak 20 ribu dosis vaksin yang siap digunakan dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit mematikan ini. Kepala Dinas Peternakan Kabupaten […]

  • Diduga Bermasalah, Proyek Irigasi Rp102 Miliar di Manggarai Timur Dilaporkan ke Kejari Manggarai

    Diduga Bermasalah, Proyek Irigasi Rp102 Miliar di Manggarai Timur Dilaporkan ke Kejari Manggarai

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 215
    • 0Komentar

    MANGGARAI TIMUR, KOMPASFLORES.COM — Proyek rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi senilai Rp102,1 miliar yang berlokasi di Desa Nanga Mbaling, Desa Nanga Mbaur, dan Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, resmi diseret ke ranah hukum setelah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Manggarai. Proyek strategis yang dibiayai APBN tersebut dimenangkan oleh PT Adi Karya dengan subkontraktor […]

  • Kades Benteng Kuwu Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa: “Informasi Itu Tidak Benar dan Merugikan”

    Kades Benteng Kuwu Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa: “Informasi Itu Tidak Benar dan Merugikan”

    • calendar_month Sen, 10 Nov 2025
    • account_circle Tim Media
    • visibility 357
    • 0Komentar

    MANGGARAI, KOMPASFLORES.COM – Kepala Desa Benteng Kuwu, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Walterius Handur, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan salah satu media online tertanggal 8 November 2025 yang menyebut adanya dugaan penyalahgunaan anggaran dana desa di wilayah yang dipimpinnya. Klarifikasi tersebut disampaikan Walterius pada Senin (10/11/2025) di hadapan masyarakat. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai […]

  • Polemik Sebidang Tanah Disekitaran TPA Warloka: Mantan Kades dan Keluarga Lani Disoroti, Pihak Pembeli Desak Penegakan Hukum

    Polemik Sebidang Tanah Disekitaran TPA Warloka: Mantan Kades dan Keluarga Lani Disoroti, Pihak Pembeli Desak Penegakan Hukum

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 374
    • 0Komentar

    MANGGARAI BARAT, KOMPASFLORES.COM – Polemik sebidang tanah di sekitar kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Warloka kembali mengemuka dan menyeret dua figur yang kini berada di pusat perhatian publik: mantan Kepala Desa Abdola dan keluarga Lani. Di tengah silang klaim yang saling bertentangan, seorang warga bernama Ninong Agustinus Thay memecah kebisuan dengan membeberkan kronologi yang selama […]

  • PPK 3.3 Ruteng Rayakan Kemerdekaan dengan Harapan untuk Masa Depan

    PPK 3.3 Ruteng Rayakan Kemerdekaan dengan Harapan untuk Masa Depan

    • calendar_month Rab, 13 Agu 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Ruteng,Kompasflores.com– Semangat merah putih kembali membara di seluruh penjuru negeri. Setiap bulan Agustus, bendera kebanggaan bangsa ini tidak hanya berkibar gagah di tiang-tiang, tetapi juga hidup di hati rakyat. Ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia selalu menjadi bagian penting dalam merayakan kemerdekaan, sebagai bentuk rasa syukur atas perjuangan para pahlawan. Tahun ini, peringatan […]

  • AKM Menduga Skandal Proyek Pulau Padar Sarat Dengan Konflik Kepentingan

    AKM Menduga Skandal Proyek Pulau Padar Sarat Dengan Konflik Kepentingan

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Dion Damba
    • visibility 434
    • 0Komentar

    LABUAN BAJO, KOMPASFLORES – Polemik pembangunan komersial berskala raksasa di Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, kian menuai gelombang penolakan. Aliansi Komodo Memanggil (AKM) menuding proyek yang digarap PT.KWE merupakan bentuk nyata praktik monopoli bisnis, ketidakadilan agraria, dan kebijakan yang berpihak pada segelintir elit ekonomi. Rencana pembangunan itu bukan proyek kecil. Dokumen yang beredar menunjukkan […]

expand_less